Tentara Afghanistan akhiri serangan 20 jam di Kabul

Sumber gambar, AFP
Pasukan Afghanistan menewaskan anggota kelompok militan terakhir yang menyerang kedutaan besar Amerika Serikat, markas NATO, dan kantor kepolisian di Kabul setelah 20 jam baku tembak.
Pemerintah Afghanistan menyatakan gedung tinggi yang kosong yang dipakai oleh kelompok bersenjata, telah dibersihkan.
Para pejabat mengatakan sedikitnya tujuh orang tewas termasuk empat polisi serta sembilan anggota kelompok militan.
Serangan yang paling kompleks di Kabul ini terjadi ketika pasukan Amerika dan pasukan asing lainnya mulai mundur.
Kedutaan besar Amerika mengatakan tidak ada anggota stafnya yang menjadi korban, namun NATO membenarkan enam personilnya terluka.
Juru bicara pasukan internasional (ISAF) Letkol Jimmie Cummings menyebut korban di pihak sipil sebelas orang termasuk tiga anak-anak.
Taliban menyatakan pihaknya yang melakukan serangan namun pejabat Afghanistan menyebut jaringan Haqqani, kelompok terkait Taliban dan Al Qaida, namun bertindak independen.
Kabul pulih

Sumber gambar, ka
Pasukan Afghanistan yang memasuki gedung bertingkat yang menghadap zona diplomatik hari Rabu terlibat baku tembak dengan militan yang bertahan di lantai atas.
Para pejabat Afghanistan kemudian menyatakan semua penyerang tewas dan pertempuran telah berakhir.
"Kondisi di Kabul kembali pulih dan semua orang dapat melakukan kegiatan hariannya tanpa khawatir," ujar seorang juru bicara kementerian dalam negeri.
Helikopter Amerika dan helikopter serbu MI-35 terlibat dalam operasi melawan kelompok militan.
Pejabat intelijen memeriksa lantai bawah untuk mengumpulkan bukti-bukti bagaimana militan merencanangan dan melancarkan serangan.
Sejumlah pejabat mengatakan kepada BBC, para penyerang meninggalkan bahan peledak dan pakaian burka di sebuah mobil.
Setiap penyerang dilengkapi granat, pistol, dan pisau tentara.
Militan juga menyimpan rompi bom dengan isi bola-bola besi untuk melakukan serangan bunuh diri.





























