PBB mengurangi sanksi untuk Libia

Dewan Keamanan PBB mengurangi sanksi kepada Libya dan memutuskan membentuk misi bantuan untuk pemerintah sementara negara itu.
Pengurangan sanksi itu termasuk pencabutan sanksi pembekuan aset dua perusahaan minyak utama negara itu, serta mengakhiri larangan penerbangan komersial ke Libia.
Resolusi ini disahkan secara bulat hanya beberapa jam setelah Majelis Umum PBB memberikan kursi Libia di PBB untuk Dewan Peralihan Nasional (NTC), pemerintah sementara Libia.
Sebelumnya DK PBB memberi sanksi untuk Libia dengan alasan melindungi warga sipil negara itu akibat konflik bersenjata antara pasukan setia Kolonel Gaddafi dan kelompok oposisi.
Tidak turut campur
"Kami semua berdiri menjadi saksi kelahiran Libia yang baru," kata Duta Besar Amerika Serikat Susan Rice dalam sidang DK PBB itu, seperti dilaporkan Kantor Berita Reuters.
Ibrahim Dabashi, Wakil Duta Besar Libia untuk PBB, sebelum membelot dan mendukung kelompok oposisi, menganggap keputusan DKK PBB ini bersejarah. Namun dia berharap semua anggota PBB menghargai pilihan rakyat Libia sekarang ini.
"Kami harap mereka menghormati pilihan kami, dan tidak ikut turut campur, meski situasinya agak sulit sekarang. Yakinlah, kami mampu melakukannya," kata Dabashi.
Resolusi DK PBB ini juga menetapkan pembentukan sebuah misi bantuan PBB untuk Libia.
Selama tiga bulan, misi bantuan -yang terdiri 200 orang ini- akan membantu pemerintahan sementara Libia dalam masa transisi.





























