Suu Kyi kemungkinan bertemu Thein Sein

Aung San Suu Kyi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Aung San Suu Kyi sudah dua kali bertemu dengan menteri kabinet pemerintah baru.

Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi kemungkinan akan bertemu dengan presiden negara itu untuk pertama kalinya, seperti disampaikan seorang pejabat.

Seperti dilaporkan AFP, ini merupakan sinyal dari rezim untuk merangkul kelompok oposisi di Burma.

Peraih nobel itu akan bergabung dengan Presiden Thein Sein dalam sebuah pembahasan tentang pembangunan ekonomi yang dimulai Jumat (19/8) ini di Ibukota Naypyidaw.

"Presiden juga akan menghadiri acara tersebut, jadi mereka kemungkinan akan bertemu," kata pejabat pemerintah yang tidak ingin disebutkan namanya kepada AFP.

"Ini akan menjadi pertemuan pertama mereka," kata pejabat lainnya.

Maret lalu, junta mengalihkan kekuasaan terhadap pemerintah sipil yang dipimpin oleh mantan Jenderal Thein Sein setelah hampir setengah abad diperintah oleh junta militer.

Sumber di Partai Liga Nasional untuk Demokrasi NLD mengkonfirmasikan Suu Kyi telah meninggalkan rumahnya di bekas ibukota Burma, Rangoon dengan menggunakan mobil menuju ibukota melakukan perjalanan yang diatur oleh otoritas Burma.

Perempuan berusia 66 tahun itu, telah menghabiskan sekitar dua dekade di tahanan, dan dibebaskan dari tahanan rumah setelah pemilu November lalu.

Pemilu dimenangkan oleh politisi mantan jendral itu namun disebutkan oleh pengamat diwarnai kecurangan.

Kunjungan politik

Pada tahun 1990, NLD memenangkan pemilu, tetapi tidak diijinkan untuk berkuasa oleh junta. Mereka memboikot pemilu November lalu, karena peraturan diarahkan untuk tidak melibatkan Suu Kyi.

Pemerintah junta militer juga telah mencabut status NLD sebagai partai politik.

Beberapa waktu terakhir ini, pemerintah Burma menunjukan sinyal melunak, dengan adanya dua kali pertemuan antara menteri tenaga kerja Aung Kyi dengan Suu Kyi.

Pada hari Minggu, Suu Kyi melakukan lawatan politik untuk pertama kalinya ke wilayah Bago, untuk bertemu dengan ribuan pendukungnya.

Tomas Ojea Quintana
Keterangan gambar, Utusan PBB untuk masalah Burma Tomas Ojea Quintana akan berkunjung ke Burma

Pemerintah baru memperingatkan dia pada Juni lalu, bahwa kunjungan politik akan memicu bentrokan dan kerusuhan, tetapi Minggu lalu lawatan Suu Kyi berjalan damai.

Pemerintah baru juga mengajak etnis pemberontak untuk mengadakan pertemuan damai dan mengijinkan utusan PBB untuk mengunjungi Burma pekan depan, untuk pertama kalinya sejak tahun lalu.

Utusan PBB

Pelapor khusus PBB untuk masalah HAM di Burma, Tomas Ojea Quintana, akan bertemu dengan tokoh senior pemerintah, termasuk menteri luar negeri dan pertahanan, dalam kunjungan yang dijadwalkan pada 21-25 Agustus.

Quintana terakhir mengunjungi Burma pada Februari 2010, tetapi tidak diijinkan untuk bertemu dengan Suu Kyi yang masih menjalani tahanan rumah.

Utusan PBB melancarkan kritik terhadap pemerintahan Burma, dengan menyebutkan pelanggaran HAM merupakan kejahatan melawan kemanusiaan dan perlu dilakukan penyelidikan oleh PBB.

Pernyataan itu menyebabkan pemerintah junta militer marah dan melarang Quintana masuk ke Burma.

Komunitas internasional telah mendesak Burma agar melakukan sejumlah perubahan dan membebaskan sekitar 2.000 tahanan politiknya.

Sejumlah langkah yang dilakukan oleh pemerintah baru di Burma menunjukan keinginan untuk meningkatkan citra di mata komunitas internasional.

Koran milik pemerintah menyebutkan sejumlah slogan yang mencerca media asing seperti BBC yang disebut sebagai "siaran yang mematikan" dan "menyebarkan kebencian."