Warga AS yang ditahan di Iran dibebaskan

Shane Bauer (kiri) dan Josh Fattal

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Shane Bauer (kiri) dan Josh Fattal menghadiri sidang pertama 6 Februari 2011

Dua pria Amerika Serikat yang dihukum delapan tahun penjara di Iran karena kegiatan mata-mata dibebaskan dengan jaminan, menurut sejumlah laporan.

Shane Bauer dan Josh Fattal, meninggalkan penjara Evin dalam iring-iringan mobil, menurut media resmi dan laporan lain.

Kedua pria itu ditangkap pada 2009 setelah melintas ke Iran dengan meminta tumpangan orang dari Irak. Mereka dijatuhi hukuman penjara September ini.

Sejumlah laporan menyebutkan lembaga yudikatif Iran menetapkan uang jaminan masing-masing sebesar US$400.000.

Kuasa hukum Bauer dan Fattal, Masoud Shafii mengatakan ada "sedikit masalah" dengan uang jaminan yang menurutnya disediakan oleh Oman.

Negara ketiga

Laporan Reuters mengutip sumber diplomatik yang mengatakan mobil yang membawa dua pria itu dari penjara milik pemerintah Oman.

Iring-iringan mobil itu menuju bandara, menurut kantor berita Irna.

Mereka diterbangkan ke negara ketiga dan diperkirakan adalah Oman.

Sebelum berita ini muncul, Presiden Ahmadinejad mengatakan upaya membebaskan mereka adalah langkah kemanusiaan.

Menjelang pembebasan, para pejabat dari kedutaan Swiss, yang mewakili kepentingan Amerika di Iran, terlihat masuk ke penjara Evin, tempat mereka ditahan.

Pihak yudikatif kemudian memastikan mereka dibebaskan.

Para pejabat Amerika mengatakan mereka hanya akan memberingkan keterangan begitu mereka meninggalkan Iran.

Bauer dan Fattal selalu menyatakan mereka melintas ke Iran tidak sengaja saat berjalan di daerah perbatasan yang tidak memiliki marka.

Pertimbangan kemanusiaan

Warga Amerika ketiga, Sarah Shourd, yang ditahan bersama mereka, dibebaskan dengan jaminan tahun lalu atas landasan kemanusiaan dan telah kembali ke Amerika.

Ia tidak kembali ke Iran untuk menghadapi pengadilan dengan mengatakan pengalaman seperti itu pasti akan traumatis.

Bauer dan Shourd bertunangan saat mereka dipenjara.

Ketiga warga Amerika itu ditahan setelah bertolak ke kawasan Kurdistan, Iran untuk liburan selama satu minggu.

Mereka dicegat oleh pasukan Iran yang mengatakan kepada mereka bahwa kawasan itu adalah Iran.

Kasus itu membuat tegang hubungan Iran dan Amerika.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan ia "sangat kecewa" atas hukuman yang dijatuhkan kepada mereka.

Pembebasan itu terjadi satu hari sebelum Ahmadinejad menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB di New York.