Iran meresmikan PLTN Bushehr

PLTN Bushehr

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, PLTN Bushehr ini akan memasok jaringan listrik Iran sekitar 350 sampai 400 megawat

Iran hari Senin (12/9) meresmikan pembangkit listrik tenaga nuklir pertamanya di Bushehr.

Pekan lalu PLTN Bushehr ini telah memasok listrik secara nasional.

Menteri Luar Negeri Ali Akbar Salehi mengatakan PLTN akan memperkuat pemasokan listrik di Iran.

"PLTN Bushehr akan terhubung dengan jaringan listrik nasional dan akan menghasilkan 35 sampai 40 persen dari kapasitas listrik nasional yang berarti sekitar 350 sampai 400 megawat," katanya.

Menteri Energi Rusia Sergey Shmatko dikutip radio di Moskow mengatakan, "Kami akan merayakan selesainya proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr yang unik dan besar. Saya mengetahui proyek ini dengan baik karena telah bekerja sama dengan presiden perusahaan Atomstroyexport yang membangun fasilitas ini."

Sementara kantor berita Iran IRNA mengutip Mehdi Sanayi seorang anggota parlemen yang mengatakan, "Peresmian PLTN setelah jeda lama memiliki nilai yang sangat penting. Meskipun proyek memakan waktu lama peresmiannya akan menciptakan kepercayaan diantara kedua negara dan meletakan dasar bagi perluasan hubungan Teheran dan Moskow."

Bantuan Rusia

Pembangunan fasilitas senilai satu miliar dollar di Iran selatan itu telah dimulai tahun 1974.

Semula pembangunannya dibantu oleh Jerman namun kemudian sejak tahun 1995, Teheran melanjutkan pembangunannya dengan bantuan pakar dari Rusia.

Rusia akan mencopot batang bahan bakar nuklir yang tidak bisa digunakan membuat plutonium berkapasitas senjata.

Pencabutan bahan bakar ini ditujukan untuk menepiskan kekhawatiran Barat soal kemungkinan Iran mengembangkan senjata nuklir.

Amerika Serikat dan negara Barat lainnya selama bertahun-tahun mendesak Rusia meninggalkan proyek itu karena dikhawatirkan Iran membuat senjata nuklir.