Ledakan di Yaman, 13 tewas

Perempuan Yaman

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Demonstran kembali dilakukan untuk menuntut Presiden Saleh mundur

Ledakan terjadi di Sanaa, ibukota Yaman, menyusul kembalinya Presiden Ali Abdullah Saleh ke negaranya.

Laporan menyebutkan 13 orang tewas dalam peristiwa bentrokan antara pasukan pendukung presiden Saleh dan kelompok orang bersenjata yang menentang kekuasaannya.

Bentrokan di ibukota terjadi selama beberapa waktu terakhir antara pengawal Republik yang dipimpin oleh anak Presiden Saleh, Ahmed dengan unit militer yang telah menyebrang menjadi oposisi dan pejuang adat yang mendukung pemrotes.

Bentrokan lain, terjadi di di distrik Hasaba Jumat, yang menyebabkan sedikitnya 40 orang mengalami luka-luka, seperti dilaporkan kantor berita Efe.

Dokter mengatakan setidaknya satu orang tewas semalam dan banyak orang terluka, ketika mortir mendarat di lapangan, dekat dengan universitas.

Sementara di Sanaa, pemrotes anti pemerintah dan pendukung Presiden Saleh melakukan demonstrasi setelah sholat Jumat.

Gencatan senjata

Televisi Yaman menyebutkan Presiden Saleh telah tiba di Sanaa dengan pesawat pribadi dan beberapa jam setelah kedatangannya, dia menyerukan adanya gencatan senjata.

"Presiden meminta seluruh kelompok politik dan militer melakukan gencatan senjata," kata pejabat , seperti dilaporkan kantor berita AFP.

"Tidak ada alternatif untuk berdialog dan berunding untuk menghentikan pertumpahan darah," kata dia.

Kekerasan terjadi setelah Saleh kembali dari Arab Saudi setelah menjalani perawatan dan pemulihan selama tiga bulan. Sebelumnya, Presiden Yaman mengalami luka yang cukup serius dalam sebuah upaya pembunuhan.

Kantor presiden menyerukan gencatan senjata untuk menghentikan kekerasan pada pekan ini.

Kekerasan selama pekan ini, disebutkan menewaskan 100 orang, dan sebagian besar korban merupakan demonstran yang tidak bersenjata.

Selama beberapa bulan terakhir, Presiden Saleh yang telah berkuasa selama 30 tahun didesak untuk mundur oleh para demonstran sejak Januari lalu.