PM Pakistan tolak tekanan Amerika Serikat

Pakistan tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat untuk meningkatkan upaya melawan kelompok-kelompok militan, kata Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani.
Gilani mengatakan hal itu dalam pertemuan partai politik dan agama yang digelar setelah pejabat militer AS menuduh negara itu mendukung kelompok perlawanan Afghanistan.
Gilani mengatakan pihaknya menolak tuduhan itu.
Ia mengatakan hubungan antara Pakistan dan AS harus berlandaskan pada sikap saling menghargai.
Ia juga mengatakan "kepentingan nasional" harus dihormati.
Washington menginginkan Islamabad memutuskan hubungan dengan kelompok Haqqani, yang menurut sejumlah laporan memiliki kaitan dengan Pakistan.
Para pejabat AS mengatakan mereka hampir memutuskan untuk mencap kelompok itu sebagai organisasi teroris.
Hargai kedaulatan
Sejumlah laporan menyebutkan Pakistan menganggap komentar AS itu sebagai ancaman perang.
"Pakistan tidak dapat ditekan untuk melakukan lebih banyak lagi," kata Gilani dalam pertemuan di Rawalpindi.
"Saling menyalahkan seperti ini harus berakhir dan kepentingan nasional Pakistan harus dihargai," katanya dalam pidato yang disiarkan langsung televisi.
Ia mengatakan Pakistan harus bersatu menghadapi ancaman atas kedaulatan negara itu.
Hubungan antara kedua negara yang tegang sejak penangkapan Osama bin Laden Mei lalu, memburuk pekan lalu setelah pejabat tinggi militer AS Mike Mullen menuduh kelompok Haqqani sebagai sayap bersenjata badan intelijen Pakistan.
Namun Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang lebih lunak Rabu lalu.
Juru bicara Jay Carney mengatakan ia tidak akan menggunakan bahasa yang sama seperti Jendral Mullen.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan kedua negara harus "bekerja sama."





























