AS tuding Pakistan dalangi serangan ke kedubesnya di Kabul

Laksamana Mike Mullen

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Laksamana Mike Mullen yakin dinas intelijen Pakistan berbagai aksi teror di Afghanistan.

Laksamana Mike Mullen, salah satu perwira militer AS paling senior, menuding dinas intelijen Pakistan, ISI, mendukung kelompok militan Haqqani dalam serangan ke Kedubes AS di Kabul, Kamis (13/09)

Dalam serangan selama 20 jam itu setidaknya 25 orang tewas di kantor kedubes AS dan sejumlah perkantoran lainnya di ibukota Afghanistan tersebut.

"Jaringan Haqqani, beraksi sebagai perpanjangan tangan badan intelijen Pakistan," kata Mike Mullen di hadapan sebuah panel senat.

"Dengan dukungan ISI, operator lapangan Haqqani merencanakan dan melakukan aksi bom truk dan serangan terhadap kedutaan besar," tambah Mullen.

"Kami juga mendapatkan informasi kredibel bahwa mereka (ISI) juga berada di belakang serangan 26 Juni terhadap Hotel Inter-Continental Kabul selain beberapa serangan kecil lainny."

Ini bukan kali pertama Laksamana Mullen menuding ISI menyokong operasi sejumlah kelompok radikal. Pada bulan Juli, Mullen menuding pemerintah Pakistan bertanggung jawab atas kematian wartawan Saleem Shahzad.

Hubungan memburuk

Kementerian Dalam Negeri Pakistan sudah membantah tudingan berada di belakang sejumlah aksi kelompok Haqqani.

Pemerintah Pakistan bahkan mengatakan tudingan Amerika Serikat itu sama sekali tidak bertanggung jawab.

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rahman Malik, kepada BBC mengatakan Pakistan sudah berkomitmen untuk memerangi kelompok militan yang berada di sepanjang perbatasan negeri itu dengan Afghanistan.

Wartawan BBC melaporkan, selama ini Laksamana Mullen selalu berkeinginan untuk menjaga hubungan baik AS dan Pakistan.

Mullen juga dikabarkan memiliki hubungan erat dengan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Jenderal Ashfaq Kayani. Bahkan, Mullen adalah petinggi militer AS yang paling sering berkunjung ke Pakistan.

Namun, pernyataan Mullen terbaru menunjukkan dia mulai kehilangan kesabaran dan nampaknya dia akan terus bicara terang-terangan hingga masa jabatannya habis akhir bulan ini.

Kendala di perbatasan

Jaringan Haqqani -yang berbasis di Pakistan dan memiliki hubungan dekat dengan kelompok Al-Qaeda- kerap dituding mendalangi berbagai serangan terhadap target-target Barat, India, dan pemerintah Afghanistan.

Polisi Afghanistan

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Polisi Afghanistan menembak ke arah kelompok militan yang menyerang Kedubes AS.

Para petinggi Pakistan menyebut anggota kelompok ini sebagian besar adalah warga Afghanistan. Namun, banyak yang menduga Haqqani juga memiliki akar yang kuat di Pakistan.

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rahman Malik menegaskan pemerintahnya mencoba sekuat tenaga untuk menyingkirkan kelompok-kelompok militan.

"Kami tak pernah mengizinkan semua kelompok teroris menggunakan Pakistan sebagai basis operasinya," kata Malik.

"Kami pastikan jika mereka memang ada di Pakistan, maka kami akan mengambil langkah tegas," tandas Malik.

Bagaimanapun, sejumlah pejabat AS merasa yakin Pakistan sebenarnya memberi dukungan untuk operasional Haqqani.

AS bahkan sangat prihatin dengan kemampuan Haqqani terus meningkat bersamaan dengan penarikan mundur pasukan NATO dari Afghanistan.

Namun, Malik mengatakan faktanya adalah Pakistan maupun Afghanistan tidak bisa mengawasi sejumlah kawasan di sekitar perbatasan sehingga membuat upaya menyingkirkan kelompok militan terrganggu.

"Tak ada sistem biometrik di perbatasan. Ada 40-50.000 orang melintas perbatasan setiap hari. Sangat sulit mengawasi setiap orang," kata Malik.