Afghanistan hentikan dialog dengan Taliban

Hamid Karzai

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Hamid Karzai mengatakan sulit untuk menemukan pemimpin Taliban Mullah Omar.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai menyatakan pemerintahnya tidak akan lagi melakukan pembicaraan damai dengan Taliban.

Dia mengatakan kematian ketua Dewan Tinggi Perdamaian, Burhanuddin Rabbani, membuat dirinya yakin untuk fokus berdialog dengan Pakistan.

Mantan presiden Afghanistan itu tewas akibat ledakan bom bunuh diri, dan pelakunya mengaku merupakan utusan perdamaian Taliban.

Karzai mengatakan tidak mungkin untuk menemukan pemimpin Taliban, Mullah Omar.

"Dimana dia? kami tidak dapat mengetahui Dewan Taliban. Dimanakah itu?" kata dia.

"Seorang pengirim pesan datang sebagai anggota Dewan Taliban dan membunuh, dan mereka tidak mengkonfirmasi atau menolak (bertanggung jawab) atas peristiwa itu. Oleh karena itu, kami tidak dapat berbicara dengan orang lain kecuali Pakistan," kata Karzai dalam pertemuan.

"Siapa pihak lain dalam proses perdamaian? saya tidak memiliki jawaban lain tetapi mengatakan Pakistan merupakan pihak lain dalam pembicaraan damai dengan kami."

Sebuah pernyataan disampaikan oleh dewan nasional pelajar yang mengapresiasi upaya Rabbani untuk membawa perdamaian di negaranya, dan mengecam pembunuhannya.

Kelompok Haqqani

Pekan lalu, militer AS menuduh agen mata-mata Pakistan membantu jaringan militan Haqqani dalam sebuah serangan di Kabul.

Menteri Luar Negeri Pakistan merespon dengan memberikan peringatan bahwa AS dapat kehilangan Pakistan sebagai sekutunya jika terus menuduh Islamabad mendukung kelompok militan.

Pakistan telah membantah memberikan dukungan kepada kelompok Haqqani.

Washington menginginkan Islamabad untuk putus dengan jaringan kelompok Haqqani, yang disebut analis merupakan bentuk campur tangan terhadap urusan dalam negeri Pakistan.

Pejabat AS mengatakan mereka hampir memutuskan apakah akan memberikan label kepada kelompok itu sebagai organisasi teroris asing.

Sementara itu, Departemen Keuangan pada Kamis mengumumkan sanksi baru terhadap lima orang yang disebut memiliki hubungan dengan organisasi teroris yang berbahaya yang beroperasi di Afghanistan dan Pakistan.