Pakistan geram dituding dalangi pembunuhan Rabbani

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah Pakistan dengan tegas menolak tudingan Afghanistan yang menyatakan Dinas Intelijen Pakistan (ISI) mendalangi pembunuhan mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani.
Sebelumnya, sebuah tim investigasi yang dibentuk Presiden Hamid Karzai mengatakan dari bukti-bukti dan pengakuan dari orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan itu terungkap bahwa pelaku pembunuhan adalah warga Pakistan dan pembunuhan itu direncanakan juga di Pakistan.
"Daripada membuat pernyataan tak bertanggung jawab seperti itu, seharusnya Kabul menyelidiki mengapa semua orang yang mendukung perdamaian dan mendukung Pakistan secara sistematis disingkirkan dan dibunuh," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Terbunuhnya Rabbani membuat masa depan pembicaraan damai dengan Taliban untuk mengakhiri perang yang sudah berkobar selama 10 tahun menjadi suram.
Selain itu, pembunuhan Rabbani meningkatkan ketakutan akan meluasnya kerusuhan etnis di Afghanistan.
Curigai Pakistan
Afghanistan sudah lama mencurigai Pakistan banyak mendukung kelompok militan negeri itu.
Salah satunya tanda begitu geramnya Afghanistan kepada tetangganya itu adalah pernyataan Presiden Karzai yang menyatakan pembicaraan damai harus dilanjutkan tetapi dengan Pakistan bukan lagi dengan Taliban.
Pernyatan Karzai ini semakin menegaskan keyakinan Afghanistan bahwa Pakistan mendalangi semua aksi teror di negeri itu.
Bahkan ISI telah lama dituding memiliki kaitan dan menjalin kerja sama dengan kelompok-kelompok militan Afghanistan terutama Jaringan Haqqani.
Sejumlah analis mengatakan Pakistan menilai kelompok-kelompok militan itu sebagai sebuah aset strategis untuk mengimbangi pengaruh India di Afghanistan.
Namun, berbagai tudingan dan analisa yang mengkaitkan Pakistan dan kelompok-kelompok militan Afghanistan selalu dibantah.
Kepala ISI, Letjen Ahmed Shuja Pasha menegaskan dinas intelijen pimpinannya itu tidak pernah memberi bantuan atau uang untuk Jaringan Haqqani.
Bantahan senada juga keluar dari Pimpinan Jaringan Haqqani, Sirajuddin Haqqani.
Kritikan AS
Pakistan juga mendapat kritik tajam dari sekutu terdekatnya Amerika Serikat soal langkah-langkah negeri itu menghadapi kelompok-kelompok militan.
Para petinggi militer AS menuding ISI memberikan bantuan untuk Jaringan Haqqani dalam penyerangan Kedutaan Besar AS di Kabul, 13 September lalu.

Sumber gambar, Getty
Amerika Serikat menginginkan Pakistan memberantas Jaringan Haqqani dan kelompok-kelompok militan anti AS lainnya.
Menanggapi tudingan sekutunya itu, pemerintah Pakistan mengatakan mereka sudah berupaya keras untuk membasmi kelompok-kelompok militan itu.
Namun, Perdana Menteri Pakistan, Yusuf Raza Gilani mengatakan pemerintahannya ingin mengupayakan dialog dengan kelompok militan.
"Kami harus mencoba cara damai terlebih dulu dengan menggelar dialog dengan kelompok militan," kata Gilani seperti dikutip harian lokal, The Nation.
"Jika negosiasi gagal, barulah pemerintah akan melancarkan serangan militer," tegas Gilani.





























