Tujuan AS di Afghanistan masih setengah jalan

Sumber gambar, Juan Cantlie
Setelah 10 tahun operasi militer di Afghanistan, Amerika Serikat masih belum cukup mengetahui cara mengakhiri konflik di negara itu.
Pernyataan ini disampaikan pensiunan Jenderal Stanley McChrystal.
Jenderal McChrystal mengatakan AS dan sekutu NATO hanya mencapai setengah jalan untuk mencapai tujuan mereka di Afghanistan.
Operasi Pembebasan ditujukan untuk mengejar Osama bin Laden setelah tragedi 9/11 dan memusnahkan Taliban.
PBB menyatakan lebih dari 10.000 warga sipil Afghanistan tewas akibat pertempuran dalam lima tahun terakhir.
Lebih dari 2.500 tentara internasional juga tewas dalam operasi di Afghanistan, kebanyakan berasal dari Amerika.
Konflik di Afghanistan ini bahkan sudah melewati rekor perang Vietnam dan menjadi perang terpanjang dalam sejarah perang AS.
Perkembangan sedikit
Berbicara di depan Komisi Hubungan Luar Negeri, Jenderal McChrystal -yang memimpin operasi koalisi tahun 2009-2010 sebelum akhirnya dipaksa untuk mundur karena sebuah wawancara dengan majalah- mengatakan tugas yang paling sulit adalah menciptakan pemerintahan yang sah yang bisa dipercaya oleh warga Afghanistan dan menyeimbangkan pengaruh Taliban.
"Kami tidak cukup tahu dan masih tidak cukup tahu,'' katanya.
''Kebanyakan dari kita, termasuk saya, memiliki pemahaman yang dangkal atas situasi dan sejarah Afghanistan, dan kita telah menakutkan pandangan sederhana dari sejarah saat ini, dalam 50 tahun terakhir,'' katanya.
Dia menambahkan ketika saat pilihan operasi di Afghanistan bisa dipahami, keputusan untuk menginvasi Irak -yang dilihat sebagai tindakan tidak sah oleh banyak negara Muslim- telah mengalihkan sejumlah sumber daya militer yang bisa diguinakan dengan baik di Afghanistan.
Pernyataan Jenderal McChrystal disampaikan saat koalisi kelompok donor mengatakan meski bantuan dana miliaran dollar disalurkan ke Afghanistan, tetapi perkembangan di negara itu sangat sedikit.





























