Shalit: semoga pertukaran jadi modal perdamaian

Dalam wawancara pertamanya setelah ditahan selama lima tahun oleh Hamas, tentara Israel Sersan Ghilad Shalit menekankan harapannya agar pertukaran tahanan antara dirinya dengan lebih dari 1.000 tahanan Palestina mendorong terciptanya proses damai di Timur Tengah.

Gilad Shalit

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Warga Palestina di kam pengungsi Ain-Al Hilweh menonton siaran wawancara Shalit.

Shalit, 25 tahun, mengatakan hal itu dalam wawancara yang dikutip oleh media dari berbagai penjuru dunia dan langsung diterjemahkan dalam bahasa Arab dan Inggris. Pertanyaan terhadap Shalit sendiri, diajukan dalam bahasa Inggris, tetapi langsung diterjemahkan dalam bahasa Ibrani.

"Saya berharap kesepakatan ini akan mendorong perdamaian,"katanya dalam siaran yang ditonton jutaan orang di seluruh dunia itu.

Pemuda kurus yang diculik saat berumur 19 tahun ini mengatakan meski senang kembali ke tengah keluarganya, dia merasa kewalahan akibat besarnya perhatian dan pemberitaan media massa dunia.

"Saya sangat senang. Saya sangat emosional. Saya tidak merasa begitu senang karena semua yang terjadi, ketemu orang begitu banyak, saya tidak ketemu banyak orang dalam waktu lama,"aku Shalit pada pertanyaan tentang bagaimana perasaannya kurang dari 24 jam setelah bebas.

Proses negosiasi untuk pertukaran tahanan berlangsung diam-diam selama berbulan-bulan, antara HAMAS, faksi bersenjata Palestina yang menguasai Jalur Gaza dan Tepi Barat, serta Israel di sisi lain dengan Mesir bertindak sebagai perantara.

Ini bukan upaya pembebasan Shalit yang pertama, namun upaya sebelumnya gagal.

Meski perundingan dua pihak yang berseteru berlangsung di bawah radar publik, Shalit mengaku mendapat firasat akan ada pertukaran ini.

"Saya terima infonya seminggu lalu, tapi saya sudah merasa ada firasat sejak beberapa bulan ini."

"Saya senang, tapi juga khawatir takut perudingannya buntu seperti yg selama ini terjadi," tambahnya.

Gaza berpesta

Semantara di jalan-jalan kota Gaza, pesta rakyat meriah menyambut ratusan tahanan Palestina yang dibebaskan. Warga setempat, Amjad Shawa, mengatakan pada BBC bahwa warga berharap pembebasan ini akan jadi jalan untuk pembebasan berikutnya lebih dari 4.000 warga Palestina yang kini ditahan di penjara-penjara Israel.

"Derita Sersan Shalit juga dirasakan banyak warga Palestina. Kami paham apa yang dirasakan keluarganyakarena ribuan warga kami juga dikurung, disel dan disiksa dengan brutal di penjara-penjara Israel,"kata Shawa.

Pesta di Gaza

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ratusan tahanan Palestina disambut bak pahlawan di Gaza dengan pesta meriah.

Meski demikian, pria ini menegaskan apa yang dialami ribuan tahanan itu menjadi lebih parah karena meraka tak mendapat perhatian media seperti yang dialami Shalit.

"Tak ada yang tertarik dengan penderitaan tahanan politik bangsa kami,"keluhnya.

Menurut Shawa, masyarakat internasional juga gagal menegur Israel yang terus ngotot membangun pemukiman di wilayah pendudukan sehingga membuat warga Gaza makin menderita.

"Kami tidak hidup setara, Israel punya negara, sedang kami tidak."

Saat ditanya apakah setelah merasakan pahitnya hidup dalam tahanan Shalit akan membantu pembebasan ribuan tahanan Palestina dalam penjara di negerinya, tentara muda itu menjawab diplomatis.

"Saya akan senang sekali kalau mereka dibebaskan selama mereka tidak kembali ke jalan pertempuran lagi terhadap Israel. Ini bagian dari proses damai, supaya tak ada lagi konflik."