MA Israel dukung pertukaran penahanan

palestina

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Warga Palestina bersiap menyambut pulang warga mereka yang ditahan Israel.

Mahkamah Agung Israel memutuskan untuk mendukung pertukaran tahanan dengan Hamas.

Keputusan ini sekaligus menolak petisi yang melawan pembebasan lebih dari 1.000 tahanan Palestina sebagai ganti atas pembebasa tentara Gilad shalit.

Sebelumnya sejumlah keluarga yang menjadi korban serangan militan Palestina menginginkan adanya penundaan pertukaran selama 48-jam, yang semestinya berlangsung Selasa (18/10).

Mahhkamah Agung menerima empat petisi yang diajukan oleh Asosiasi Keluarga Korban Teror Almagor dan keluarga korban yang tewas dalam serangan Palestina.

Dalam petisinya itu mereka meminta agar ada tambahan waktu untuk mengkaji semua nama yang masuk dalam daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan.

Rohn Kehrmann, yang anak perempuannya tewas dalam serangan bom bunuh diri tahun 2003 di Haifa menyebut ''Hari di saat Gilad pulang adalah hari yang sulit.''

Tapi orang tua Shalit dalam tanggapanya merasa penundaan itu justru akan membahayakan rencana pembebasan anaknya.

"Tak ada yang tahu apa akibatnya jika terjadi penundaan, atau perubahan, bahkan yang terkecil sekalipun,'' demikian isi surat mereka kepada mahkamah.

Dan tampaknya Mahkamah Agung lebih memilih untuk mendukung keluarga Shalit, dengan menyatakan keputusan pertukaran tahanan diserahkan kepada pemerintah.

Selama ini Mahkamah Agung Israel memang dikenal tidak senang mengintervensi kasus politik dan keamanan.

Minggu (16/10), Israel telah mengumumkan 477 tahanan Palestina yang akan dibebaskan dalam tahan awal pertukaran Selasa (18/10) ini.

550 tahanan berikutnya akan dilepaskan setelah Sersan Shalit kembali ke rumahnya di Israel.

Penuh martabat

gilad shalit

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pertukaran Gilad Shalit akan berlangsung di gurun Sinai, Mesir. Selasa (18/10).

''Saya memahami kesulitan untuk menerima bahwa orang yang keji yang telah melakukan kejahatan mengerikan atas orang tercinta kita tidak akan membayarnya dengan sepantasnya,'' demikian isi surat Perdana Menteri Benyamin Netanyahu kepada keluarga korban Israel.

Presiden Israel Shimon Peres juga memberikan dukungannya kepada keluarga korban.

''Teman dan sejawat, mari kita merangkul semua keluarga korban yang kehilangan orang yang dicintainya dalam perang melawan teror, yang membawa duka yang tidak bisa hilang dan tetap membawa cinta kepada negara dengan penuh martabat,'' katanya.

Dalam sebuah jajak pendapat terbaru di koran Israel Yedioth Ahronoth mengungkap bahwa 79% publik mendukung kesepakatan yang disetujui pekan lalu oleh Israel dan Hamas.

Jika di Israel pertukaran tahanan mendapat tanggapan pro dan kontra maka di Palestina rencana kepulangan para tahanan ini sudah dipersiapkan dengan sambutan meriah.

Hamas telah menyiapkan sambutan selayaknya pahlawan yang pulang perang di Jalur Gaza bagi para tahanan yang dibebaskan.

Israel juga dilaporkan telah memindahkan 477 tahanan Palestina ke dua fasilitas penahanan sebelum dibawa ke gurun Sinai Mesir, tempat dimana pertukaran dengan Shalit berlangsung.

Tahap kedua pembebasan penahanan diperkirakan akan berlangsung dalam dua bulan mendatang.

Sersan Shalit merupakan tentara Israel berusia 19 tahun yang ditahan pasukan Hamas saat menyerang perbatasan Gaza.