Israel dan Hamas sepakati pertukaran tahanan

gilad shalit

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Setelah lima tahun ditahan Palestina, Gilad Shalit akan dibebaskan dengan syarat pertukaran tahanan.

Israel dan Hamas menyepakati sebuah perjanjian pertukaran tahanan diantara kedua belah pihak.

Dalam kesepakatan itu Palestina akan membebaskan Sersan Gilad Shalit, seorang tentara Israel yang ditahan militan Palestina selama lima tahun.

Sementara Israel akan membebaskan ratusan tahanan asal Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kesepakatan ini dicapai setelah melalui proses negosiasi yang sulit, seraya mengatakan bahwa Sersan Shalit akan kembali ke keluarganya dalam ''beberapa hari'' lagi.

Sersan Shalit ditangkap Palestina dalam sebuah razia perbatasan di tahun 2006, dan sejumlah upaya pembebasan dirinya selalu gagal.

Dalam pidato TV, Netanyahu mengatakan ''Kami telah mencapai kesepakatan dalam negosiasi yang sulit dengan Hamas untuk membebaskan Gilad Shalit. Dia akan pulang ke rumah dalam beberapa hari lagi.''

Penangkapan Sersan Shalit merupakan isu yang penuh dengan emosi di Israel, dimana keluarganya terus mengkampanyekan pembebasannya.

Kesepakatan ini mendapat persetujuan dari parlemen Israel melalui pemungutan suara dengan hasil 26-3, setelah berdebat sengit selama tiga jam.

"Ini adalah keputusan yang sulit, tetapi ini adalah ujian kepemimpinan untuk memutuskan keputusan yang sulit,'' kata Netanyahu.

Belum percaya

Hamas yang kini memerintah Gaza, dalam sebuah pernyataannya menyebutkan puluhan ribu warga merayakan kesepakatan ini.

Saksi mata mengatakan kerumunan massa merayakan pertukaran tahanan ini dengan menembakkan senjata ke udara dan membunyikan klakson mobil.

Pemimpin Hamas Khaled Meshaal, yang tengah dalam pengasingan di Suriah, tampil di TV memuji kesepakatan pertukaran tahanan ini sebagai kemenangan bagi warga Palestina.

"Ini adalah pencapaian luar biasa, sebuah sukses secara kualitatif,'' kata Meshaal.

"Karena dengan perjanjian ini, tidak ada lagi wanita Palestina yang ditahan di penjara musuh,'' tambahnya.

Meshaal juga berjanji untuk membebaskan setiap tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.

Dia mengatakan Israel menyetujui untuk membebaskan 1.027 tahanan - termasuk 27 wanita.

Tetapi, sejumlah tahanan penting tidak termasuk dalam pembebasan itu, kata Yoram Cohen, kepala badan intelejen Israel.

Mereka adalah pemimpin penting Fatah seperti Marwan Barghouti dan Ahmed Saadat, yang dinyatakan bersalah atas tuduhan pembunuhan menteri pariwisata Israel pada tahun 2001, termasuk juga pemimpin Hamas lainnya Abdullah Barghouti.

Sejumlah laporan menyebutkan 450 tahanan akan dibebaskan dalam beberapa hari, dan sisanya akan diserahkan selama dua bulan.

Ada sekitar 5.000 orang Palestina yang ditahan oleh Israel - sebagian didakwa dengan tuduhan kejahatan serius, tetapi banyak juga yang ditahan tanpa dakwaan.

Meski sudah ada kesepakatan tetapi seperti yang dilaporkan wartawan BBC di Yerusalem, keluarga Shalit dan ratusan tahanan Palestina lainnya mengaku tidak percaya sampai anggota keluarga mereka yang ditahan benar-benar sampai di rumah.

Sementara saluran televisi Israel Channel 2 TV melaporkan bahwa Palestina dan Israel menunjukan fleksibilitas yang besar dalam pembicaraan.

Proses pembebasan ini berjalan selama bertahun-tahun, dengan Mesir dan Jerman bertindak sebagai mediator.

Oktober 2009, Hamas sempat menyiarkan tayangan video Sersan Shalit yang meminta agar Netanyahu melakukan apapun untuk membebaskan dirinya.