Gencatan senjata Israel dan kelompok Palestina

Mobil di Israel yang rusak akibat serangan roket
Keterangan gambar, Israel mengatakan sasaran mereka adalah 'teroris' yang bersiap meluncurkan roket jarak jauh

Mesir dilaporkan menengahi gencatan senjata antara kelompok militan Palestina di Gaza dan Israel menyusul serangan yang menelan 10 korban.

Kesepakatan itu muncul setelah Israel melakukan serangan udara di Gaza Sabtu (29/10) dan Minggu pagi (30/10) menewaskan sembilan anggota kelompok gerakan Jihad Islam, dan satu orang Israel dalam serangan roket ke kota Ashkelon.

Kekerasan itu merupakan yang paling parah sejak pertukaran tahanan bulan ini antara Israel dan kelompok Palestina, Hamas.

Lebih dari 470 tahanan Palestina dibebaskan dan ditukar dengan seorang tentara Israel Gilad Shalit.

Lebih dari 500 tahanan Palestina lain akan dibebaskan dalam waktu dua bulan sebagai bagian dari perjanjian antara Israel dan Hamas itu.

Wartawan BBC di Gaza, Jon Donnison mengatakan meningkatnya kekerasan dapat menggangu rencana pembebasan tahanan lebih lanjut.

Tahanan yang dibebaskan dalam kelompok pertama termasuk anggota Jihad Islam, yang terlibat dalam aksi penyerangan hari Sabtu.

Juru bicara polisi Micky Rosenfled mengatakan kepada kantor berita AFP, 12 roket ditembakkan ke arah Israel Sabtu malam sampai Minggu pagi.

Menurut kantor berita AP, mengutip pernyataan militer Israel, pesawat Israel mencari sasaran enam militan di Gaza.

Para pejabat Israel menutup sekolah-sekolah di kawasan selatan yang terletak 40km dari Gaza dan juga satu universitas di Beersheba dan beberapa perguruan tinggi lain, yang memulai tahun ajaran akademi hari Minggu (30/10).

Setelah gencatan senjata dimulai, seorang anggota senior Jihad Islam mengatakan kepada kantor berita AFP kelompok ini akan mematuhi perjanjian sepanjang Israel juga melakukan hal yang sama.

Pembuat bom terbunuh

Israel mengatakan 38 roket dan mortir diluncurkan ke arah Israel selatan sejak hari Sabtu, menewaskan satu orang pria dan kota pesisir Askhelon. Empat lainnya terluka akibat serangan itu.

Seorang juru bicara departemen kesehatan Gaza mengatakan sembilan orang tewas dan 15 terluka dalam serangan terpisah terhadap tempat-tempat yang diduga sebagai basis militan.

Seorang juru bicara tentara Israel memastikan pihaknya melakukan empat serangan ke Gaza dengan sasaran kelompok Jihad Islam.

Juru bicara itu mengatakan serangan pertama, tengah hari Sabtu waktu setempat, diarahkan ke satu tempat yang dianggap bertanggung jawab atas serangan roket jarak jauh hari Rabu lalu di Israel. Namun serangan itu tidak menimbulkan korban.

Militer Israel mengatakan pesawat mereka mencari sasaran "kelompok teroris...yang mempersiapkan serangan roket jarak jauh."

Jihad Islam memastikan lima anggota mereka tewas dalam serangan di Rafah, termasuk seorang komandan, Ahmed al-Sheikh Khalil. Empat militan lainnya tewas dalam serangan udara berikutnya.

"Hari ini, kami kehilangan besar. Pembalasan kami akan lebih besar," kata seorang juru bicara Jihad Islam.

Jihad Islam adalah satu dari kelompok militan di Gaza namun tidak terkait secara langsung degnan Hamas.