Operasi militer di Libia berakhir pekan depan

Sumber gambar, Other
Pemungutan suara Dewan Keamanan PBB memutuskan untuk mengakhiri operasi militer di Libia, Senin (31/10) mendatang.
Sebelumnya pada Maret lalu, Dewan Keamanan memutuskan untuk mengotorisasi ''semua tindakan yang dibutuhkan'' untuk melindungi warga sipil, setelah Muammar Gaddafi melakukan serangan mematikan kepada para pendemo.
Pekan lalu Nato yang melancarkan serangan udara juga telah menyatakan misi mereka akan berakhir 31 Oktober.
Menteri Luar Negeri William Hague mengatakan keputusan PBB itu merupakn sebuah ''langkah maju menuju Libya yang damai dan demokratis''.
Misi selesai

Sumber gambar, e
Keputusan untuk mengakhiri misi di Libia ini tetap dilakukan meski Dewan Transisi Nasional Libia meminta Nato untuk tetap melanjutkan aksi militernya.
Utusan Libia untuk PBB mengatakan NTC butuh waktu tambahan untuk mengkaji keamanan.
Tetapi DK PBB menyatakan bahwa manda untuk melindungi warga sipil telah berhasil, dan setiap bantuan keamanan lanjutan akan didiskusikan secara terpisah.
Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan resolusi OBB ''menggambarkan bahwa kami telah menyelesaikan mandat kami untuk melindungi warga sipil Libia''.
Dia mengatakan NATO tidak akan berperan lagi pada masa pasca konflik di Libia.
"Jika diminta, kami bisa memberi bantuan bagi pemerintah baru Libia dalam transformasi menuju demokrasi, sebagai contoh melalui reformasi sektor keamanan dan pertahanan, tetapi saya perkirakan tidak akan lebih dari itu,'' katanya.
Selama misi tujuh bulan berlangsung, NATO melancarkan sekitar 26.000 serangan mendadak dan hampir 10.000 misi serangan udara.
Operasi ini memegang perang penting dalam penggulingan Kolonel Muammar Gaddafi yang akhirnya terbunuh pekan lalu.
Sementara itu, militer Inggris saat ini tengah berupaya untuk mencegah proliferasi senjata yang ditinggalkan oleh rezim Gaddafi.
Sebuah tim ahli gabungan Inggris, AS dan Libia kini tengah mencari sistem pertahanan serangan Manpads.
Lebih dari 800 bunker di seluruh Libia telah digeledah untuk mencari senjata peninggalan Gaddafi.





























