Liga Arab desak Suriah hentikan pembunuhan

Sumber gambar, Reuters
Liga Arab mengirim sebuah pesan penting kepada pemerintah Suriah, dengan meminta untuk menghentikan pembunuhan sipil yang masih terus berlanjut.
Komite kementerian Liga juga mendesak Damaskus untuk mengambil ''langkah penting'' untuk melindungi sipil.
Surat ini datang setelah setidaknya 37 pendemo lagi tewas di Suriah.
Lembaga pemerhati hak asasi manusia menyebut, kematian terbaru terjadi di Homs dan Hama ketika massa mendesak diberlakukannya larangan terbang di Suriah.
Lebih dari 3.000 orang tewas sejak aksi massa berlangsung Maret silam,
Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad menyatakan aksi demo ini didukung oleh kelompok bersenjata dan ekstrimis asing yang menginginkan adanya perselisihan sektarian.
Bashar al-Assad juga melarang wartawan asing meliput dari negara ini, sehingga menyulitkan untuk mengkonfirmasi peristiwa di lapangan.
Bicara jujur
Komite Liga Arab menyatakan akan bertemu dengan pejabat Suriah pada hari Minggu (30/10) di Qatar untuk mencoba mendapatkan ''hasil serius'' untuk mengakhiri krisis.
Mereka juga menyatakan telah melakukan pembicaraan yang ''jujur dan bersahabat'' dengan Presiden Assad, Rabu (26/10).
Jumat (28/10) kemarin, aksi demo di Suriah kembali memanas setelah massa meminta perlindungan internasional dari NATO yang memegang peran penting untuk menggulingkan mantan pemimpin Libia Muammar Gaddafi.
"Tuhan, Suriah, kami ingin ada larangan terbang di atas negara kami,'' demikian teriakan para pendemo di Bab Tadmur dekat Homs, sementara yang lainnya membawa spanduk meminta perlindungan internasional.
Di kota lainnya, Balaa, sekitar 20.000 orang berkeliling mendesak rezim Presiden Assad mundur.
Kantor berita AFP menyebutkan sebuah pemberontakan bersenjata mengemuka dalam beberapa pekan terakhir di kota berpenduduk satu juta orang yang terletak 140 km di utara Damaskus.
Dalam serangkaian aksi ini selain menewaskan 37 orang, puluhan lainnya dilaporkan ditangkap aparat keamanan.
Layanan sambungan telepon dan internet dilaporkan mengalami gangguan di sejumlah bagian di Damaskus dan Homs.





























