Seorang lelaki selamat dari reruntuhan gempa

survivor

Sumber gambar, none

Keterangan gambar, Seorang lelaki diselamatkan setelah terjebak reruntuhan selama empat hari.

Seorang lelaki berhasil ditemukan dalam keadaan hidup setelah terjebak 100 jam di reruntuhan bangunan di Turki.

Dia berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan flatnya di Ercis. Dan ketika dibawa ke rumah sakit dia dilaporkan dalam keadaan baik.

Di hari yang sama seorang bocah lelaki berusia 13 tahun juga berhasil diselamatkan dari reruntuhan gempa dalam keadaan hidup di Ercis.

Hingga saat ini, jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter telah meningkat menjadi 523.

Sejauh ini 185 orang berhasil diselamatkan tetapi ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.

Upaya pencarian korban ini terhalangi oleh hujan dan salju. Meski demikian proses pencarian di sejumlah lokasi masih terus dilanjutkan.

Lebih dari 1.600 orang luka-luka akibat gempa yang berpusat di provinsi Van.

turkey

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Meski telah mengantri tetapi tidak semua warga bisa mendapatkan tenda.

Tenda dan bantuan lainnya kini tengah dikirim ke lokasi gempa setelah pemerintah dikritik terlalu lamban.

Warga di Ercis, yang merupakan daerah terparah, dilaporkan telah mengantri untuk mendapatkan tenda bantuan, tetapi banyak yang tidak kebagian.

"Semua orang merasa sakit dan basah,'' kata Fetih Zengin, 38, yang rumahnya mengalami kerusakan parah.

"Kami telah mengantri panjang selama empat hari dan tetap tidak mendapatkannya,'' katanya kepada Reuters.

Seorang korban lainnya, Zeki Yatkin, kehilangan ayahnya yang menjadi korban gempa.

"Mereka mengatakan kami akan mendapatkan rumah sementara dalam satu setengah bulan,'' katanya kepada reuters.

"Kami tidak bisa mentoleransinya, tetapi apa yang bisa kami lakukan ?''

Pemerintah Turki awalnya menyatakan tidak membutuhkan bantuan luar negeri, tapi kemudian mengubah pikirannya.

Ankara kini menerima bantuan berupa baju, selimut dan bantuan lainnya dari Israel, meski hubungan kedua negara agak memburuk akhir-akhir ini.

Sejumlah bantuan dari negara lain juga mulai berdatangan di Turki.

PBB menyatakan telah mengirim ribuan tenda dan selimut serta kasur.