Peluang temukan korban hidup gempa Turki menipis

Korban gempa

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Jumlah korban diperkirakan terus bertambah karena masih banyak yang dilaporkan hilang.

Ribuan orang menghabiskan malam kedua setelah gempa ditengah udara beku di Timur Turki pasca gempa berkekuatan 7,2 magnitude hari Minggu.

Tim penyelamat terus mencoba mencari sisa korban yang masih hidup di bawah puing ratusan bangunan yang roboh di kota Van dan Ercis.

Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc mengatakan 279 orang tewas dan 1.300 lainnya luka, sebagian besar korban berada di kota Van dan Ercis, yang terletak dekat dengan perbatasan Iran.

Dengan ratusan orang masih dinyatakan hilang, jumlah korban tewas diperkirakan terus menanjak.

Ercis, dihuni sekitar 75.000 ribu jiwa, merupakan daerah korban terparah, dengan sekitar 80 bangunan ambruk.

Menurut wartawan BBC Daniel Sandford, yang berada di Ercis, sebagian besar bangunan ini merupakan blok apartemen sehingga pada tiap gedung diperkirakan masih banyak warga tertimbun.

Baik Ercis maupun Van yang lebih besar, terletak sekitar 100km di selatannya, membentang pada lokasi dataran tinggi yang dikelilingi oleh pegunungan yang puncaknya berselimutkan salju. Temperatur di dua kota ini sangat rendah di malam hari.

Tim penyelamat memperkirakan peluang menyelamatkan korban yang masih hidup setelah malam tadi makin menipis, lapor Sandford.

'Alat-alat primitif'

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Idris Naim Sahin mengatakan 169 tewas di Ercis dan 96 lainnya di Van.

Sementara menurut kantor PM Recep Tayyip Erdogan, 970 bangunan rontok di zona gempa tersebut.

PM Erdogan mengunjungi lokasi gempa hari Minggu dan menyebut beberapa desa yang kebanyakan warganya tinggal di rumah lumpur hampir seluruhnya hancur.

Di kota besar, alat berat dan mesin keruk dipakai untuk mengangkat potongan beton sementara para penyelamat memotong lempeng baja dan metal untuk memindahkan puing, guna mencari korban hidup.

Namun sejumlah petugas mengeluhkan minimnya peralatan, tulis koran harian Hurriyet.

"Kami bekerja dengan alat primitif, tidak ada perlengkapan (memadai)," kata seorang petugas penyelamat pada koran Turki itu.

Meski demikian lima korban berhasil diangkat hidup dari balik puing di Ercis Senin kemarin, setelah satu diantaranya melakukan panggilan melalui telepon genggam, lapor kantor berita Anatolia.

Seorang laki-laki juga berhasil diselamatkan Senin, setelah 30 jam terkubur reruntuhan.