NTC bebaskan pendukung Gaddafi

Warga Libia

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Setelah berkuasa pemerintahan NTC diharapkan bisa memperlakukan para tahanan secara manusiawi.

Pemerintahan Dewan Transisi Nasional Libia, NTC setuju untuk membebaskan ratusan tahanan sebelum perayaan hari raya Idul Adha yang jatuh pada hari Minggu (6/11).

Wartawan BBC di Libia melaporkan para tahanan yang diduga berjuang untuk mantan pemimpin Kolonel Muammar Gaddafi akan dibebaskan dari sejumlah penjara tempat mereka ditahan.

Keluarga para tahanan yang berada di kota Misrata terlihat terharu dan gembira menyambut keputusan ini.

Kebanyakan para tahanan ini ditangkap saat mereka berjuang membela Gaddafi di kota Sirte.

Namun NTC tampaknya juga memilah-milah tahanan yang pantas dibebaskan pada akhir pekan ini.

Dalam keterangan terakhirnya mereka memutuskan untuk tidak membebaskan para tentara bayaran asing yang saat ini ditahan karena berjuang membela Gaddafi.

NTC beralasan mereka tetap harus menjalani persidangan di pengadilan Libia.

Sementara itu upaya NTC untuk memburu sejumlah petinggi Libia era Gaddafi yang kini berada di luar negeri mendapat tentangan dari lembaga Amnesti Internasional.

Pelanggaran HAM

Seperti dikutip dari AFP, Amnesti Internasional meminta agar pemerintah Tunisia tidak mengekstradisi mantan Perdana Menteri Libia, Baghdadi al-Mahmudi ke Libia.

Lembaga itu mengatakan jika al-Mahmudi dikirim pulang ke Libia maka kemungkinan besar dia akan menjadi "korban pelanggaran HAM serius".

"Amnesti Internasional percaya bahwa dia akan menghadapi resiko nyata termasuk penyiksaan dan eksekusi di luar pengadilan jika al-Mahmudi dipulangkan ke negaranya," kata Juru Bicara Amnesti Internasional untuk wilayah Afrika Utara, James Lynch kepada AFP.

"Ini tentang resiko yang dihadapi orang itu dan bukan kejahatan yang dilakukannya. Ini tentang resiko terhadapnya dan orang-orang seperti dirinya yang akan dikembalikan (ke Libia)."

Mahmudi ditahan oleh otoritas Tunisia atas permintaan NTC.

Pengadilan Tunisia sendiri baru akan mengkaji permintaan ekstradisi terhadap al-Mahmudi pada hari Selasa (8/11).

Tunisia merupakan salah satu negara yang pertama mengakui keberadaan pemerintahan baru Libia dibawah NTC dan berkomitmen untuk bekerjasama dalam mengatasi sejumlah persoalan keamanan di sana.

Pengacara al-Mahmudi, Mabrouk Kourchid mengatakan kliennya sangat mengkhawatirkan nyawanya karena dialah satu-satunya yang memegang rahasia pemerintahan Libia era Gaddafi.

Sebelumnya pasukan NTC gagal untuk menangkap dan mengajukan Kolonel Muammar Gaddafi dalam sebuah persidangan.

Pemimpin Libia itu dieksekusi tanpa proses peradilan oleh pasukan NTC yang menangkapnya.