Kelompok oposisi Suriah bertemu Liga Arab di Kairo

Sumber gambar, Reuters
Para pemimpin oposisi Suriah bertemu para pejabat Liga Arab di Kairo sebagai upaya mempersatukan perlawanan terhadap Presiden Bashar al-Assad.
Pertemuan berlangsung atas prakarsa Liga Arab, yang mengusulkan pengiriman 500 pegiat hak asasi dan perwira militer untuk mengamati situasi di Suriah.
Selama ini oposisi Suriah masih dilihat sebagai para pegiat yang berjuang sendiri-sendiri tanpa terorganisir dan lewat pertemuan tersebut Liga Arab ingin membantu mereka dalam menentang Presiden al-Assad.
Wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne, melaporkan prakarsa Liga Arab ini dilihat sebagai perubahan kebijakan yang dramatis dari Liga Arab terhadap Suriah.
Awal November pemerintah Damaskus menyatakan bersedia menerima usulan damai yang diajukan Liga Arab, yang antara lain meminta penarikan mundur aparat keamanan dari wilayah-wilayah yang dilanda unjuk rasa.
Namun aparat keamanan Suriah tetap saja melakukan operasi bersenjata.
Sementara sejumlah tentara Suriah yang membelot mulai melancarkan serangan balasan yang menyebabkan kekerasan di lapangan semakin buruk.
Laporan-laporan dari pegiat hak asasi di Suriah meyebutkan dalam satu hari Senin (14/11) sedikitnya 50 orang tewas, dan sebagian besar di antaranya adalah tentara Suriah yang diserbu mantan tentara.
Kedubes Yordania diserang

Sebelumnya Raja Abdullah dari Yordania memberikan saran agar Presiden Bashar al-Assad mengundurkan diri.
"Saya yakin, kalau saya berada dalam posisinya, saya akan mengundurkan diri," katanya dalam wawancara eksklusif dengan BBC, Senin 14 November 2011.
Pernyataan itu memicu kemarahan para pendukung Presiden Bashar al-Assad dan sekitar 100 pengunjuk rasa menyerang kedutaan besar Yordania di Damaskus, Senin malam.
Para pendukung pemerintah Suriah sudah lebih dulu menyerang kedutaan besar Arab Saudi, Qatar, dan Turki.
Mereka menentang pembekuan keanggotaan Suriah di Liga Arab, yang menurut Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Moualem, amat berbahaya.
Mouallem, dalam pernyataannya hari Senin, juga sudah meminta maaf atas serangan atas tiga kedutaan besar asing di Damaskus dan berjanji tidak akan terulang lagi.
Namun ternyata, serangan serupa masih terjadi atas kedutaan besar Yordania.
Unjuk rasa antipemerintah Suriah sudah berlagsung sejak Maret 2011 dan masih belum ada tanda-tanda akan berhenti walau dihadapi dengan aksi kekerasan oleh aparat pemerintah.
PBB memperkirakan hingga saat ini sedikitnya jatuh 3.500 jiwa dalam konflik di Suriah ini.





























