Pendukung Presiden Bashar al-Assad menggelar unjuk rasa

Para pendukung Presiden Bashar al-Assad di Damaskus.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Unjuk rasa mendukung Presiden Bashar al-Assad berlangsung di beberapa kota.

Puluhan ribu pendukung pemerintah Presiden Bashar al-Assad melakukan unjuk rasa di alun-alun utama ibukota Damaskus, sehari setelah keanggotaan Suriah dibekukan Liga Arab.

Mereka antara lain membawa bendera Suriah raksasa berwarna merah, hitam dan putih serta gambar-gambar Presiden al-Assad.

Stasiun TV pemerintah menayangkan gambar yang memperlihatkan para pengunjuk rasa mengecam keputusan Liga Arab.

Sementara kantor berita resmi SANA melaporkan unjuk rasa serupa juga berlangsung di luar Damaskus, seperti di Tartous, Homs, Hama, Da'ra, maupun Dayr al-Zawr.

Menurut SANA, para pengunjuk rasa memekik dukungan kepada Presiden al-Assad dan slogan-slogan untuk mempertahankan kehormatan Suriah maupun kesiapan untuk menghadapi semua konspirasi yang menentang negara mereka.

Sabtu malam, sekelompok pengunjuk rasa menyerang kedutaan besar Arab Saudi dan Qatar di Damaskus. Selain merusak barang milik kedutaan, massa pendukung pemerintah juga sempat menurunkan bendera Qatar dan menggantinya dengan bendera Suriah.

Delegasi Liga Arab

Bagaimanapun aksi unjuk rasa antipemerintah dilaporkan masih belum mereda walau menghadapi aksi kekerasan dari aparat keamanan.

Kantor berita Reuters melaporkan pada hari Minggu 13 November, empat pengunjuk rasa tewas ditembak di Hama karena memekik slogan anti Presiden al-Assad ditengah-tengah unjuk rasa pendukung pemerintah.

Laporan lain menyebutkan Damaskus meminta penyelenggaraan pertemuan puncak darurat para pemimpin Arab untuk membahas situasi di Suriah.

Pernyataan di stasiun TV pemerintah itu juga menyatakan pemerintah Damaskus siap menerima kedatangan delegasi tingkat menteri Liga Arab untuk mengamati situasi di lapangan setelah disepakatinya usulan damai Liga Arab.

Liga Arab memutuskan untuk menunda sementara keanggotaan Suriah karena dianggap gagal menghentikan aksi kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

Awal November, pemerintah Damaskus menyatakan menerima usulan damai Liga Arab, yang antara lain meminta aparat militer ditarik dari wilayah-wilayah unjuk rasa antipemerintah untuk menghindari kekerasan.

Namun aparat keamanan masih beroperasi setelah Damaskus menerima usulan damai tesebut dan pada pada bulan November saja dilaporkan 250 warga sipil akibat tindakan aparat keamanan.

PBB memperkirakan korban yang tewas mencapai 3.500 jiwa sejak unjuk rasa antipemerintah marak pada Maret 2011.