Aung Suu Kyi akan ikut pemilu Burma

Sumber gambar, BBC World Service
Pemimpin prodemokrasi Burma Aung San Suu Kyi mengatakan ia akan mengajukan diri sebagai calon anggota parlemen dalam pemilihan sela.
Pengumuman itu dikeluarkan setelah partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi, NLD, memutuskan untuk kembali masuk ke proses demokrasi di tengah-tengah perkembangan reformasi di negara itu.
Liga Nasional untuk Demokrasi hari Jumat (18/11) menyatakan akan kembali mendaftarkan diri sebagai partai politik sehingga dapat mengikuti pemilihan-pemilihan yang akan datang.
"Secara bulat kami memutuskan bahwa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) akan mendaftarkan diri sesuai dengan undang-undang, dan kami akan mengikuti pemilihan-pemilihan sela yang akan datang," demikian kata pernyataan NLD.
Pengumuman ini dikeluarkan setelah NLD mengadakan pertemuan yang dihadari 100 pemimpin senior di Rangoon. NLD memboikot pemilu pada November 2010 yang tercatat sebagai pemilihan umum pertama selama 20 tahun terakhir.
Kursi parlemen
NLD memboikot pemilihan sebelumnya karena undang-undang yang berlaku melarang Aung San Suu Kyi, mantan tahanan politik, mencalonkan diri.
Namun undang-undang tersebut kini telah dibatalkan dan sekarang Suu Kyi mengatakan dia mengharapkan partainya memperebutkan 48 kursi parlemen yang kosong karena para anggota parlemen sebanyak itu diangkat menjadi menteri.
NLD menang pemilihan umum pada 1990 tetapi junta militer melarang partai Aung Saan Suu Kyi untuk memerintah. Suu Kyi menghabiskan waktu puluhan tahun dalam tahanan rumah tetapi dia dibebaskan oleh pemerintah baru Burma tahun lalu.
Sejak Suu Kyi dibebaskan dari tahanan rumah, pemerintah menjalin dialog dengan pemimpin prodemokrasi itu. Pemerintah juga telah membebaskan sebagian tahanan termasuk tahanan politik meskipun diyakini masih banyak tahanan politik yang belum dibebaskan.
Kemarin KTT ASEAN di Bali menyepakati Burma menjadi ketua ASEAN pada 2014. Lima tahun lalu seharusnya Burma menduduki jabatan yang digilir di antara anggota ASEAN, namun tidak terwujud karena catatan buruk hak asasi manusianya.
Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan para anggota ASEAN yakin Burma telah mencapai kemajuan penting menuju demokrasi.
Sementara itu Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan segera mengirim Menteri Luar Negeri Hillary Clinton untuk berkunjung ke Burma bulan depan.





























