Kekerasan terus terjadi di Suriah

Protes di Suriah

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Demonstran memprotes kepemimpinan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kekerasan terus terjadi di Suriah, menjelang batas waktu yang diberikan oleh Liga Arab, terhadap pemerintah untuk mengakhiri tindak kekerasan terhadap para pemrotes.

Jumat (18/11) setidaknya 11 orang tewas dalam kerusuhan, seperti disampaikan oleh aktivis, dan menimbulkan kekhawatiran terjadinya perang saudara.

Sumber diplomat Suriah mengatakan Damaskus akan menerima pemantau untuk memonitor pelaksanaan kesepakatan damai, tetapi dengan syarat.

Liga Arab secara resmi memberikan batas waktu sampai Sabtu malam (19/11) kepada Suriah untuk mengakhiri penumpasan terhadap pengunjuk rasa.

Liga mengatakan Suriah akan menghadapi sanksi kecuali jika menghentikan tindak kekerasan berdarah terhadap pemrotes antipemerintah.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris mengatakan akan bertemu anggota oposisi Suriah.

William Hague akan bertemu dengan Badan Nasional Suriah SNC dan Komite Koordinasi Nasional untuk Perubahan Demokrasi di London pada Senin (21/11).

Tekanan

Langkah Hague untuk bertemu dengan oposisi itu, terjadi di tengah-tengah tekanan terhadap Damaskus.

PM Rusia Vladimir Putin mengumumkan sikap terhadap Suriah, setelah bertemu dengan Perdana Menteri Prancis Francois Fillon.

"Kami mengumumkan pengendalian dan waspada. Ini adalah posisi kami," kata Putin seperti diberitakan Kantor Berita AFP.

Sementara itu, AS dan Turki memberikan peringatan terhadap situasi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perang saudara.

Raja Abdullah dari Yordania mendesak kepada Presiden Suriah Assad untuk mundur.

Tetapi Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengatakan dia tidak berharap adanya intervensi internasional seperti di Libia.

Sekitar 400 orang tewas sejak Liga Arab mengumumkan inisiatif pada 2 November lalu, kata aktivis Suriah.

PBB menyebutkan sedikitnya 3.500 orang tewas sejak kerusuhan dimulai Maret lalu, sementara sebagian lain hilang atau dipenjara.