Vladimir Putin disoraki penonton di Moskow

Sumber gambar, Reuters
Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin disoraki ketika akan memberi sambutan dalam satu pertandingan bela diri di Moskow.
Ejekan seperti ini jarang dialami oleh politisi kawakan Rusia tersebut, yang biasanya memiliki citra sosok yang tangguh yang ditampilkan dengan gambar saat menerbangkan pesawat, menembakkan senjata bius ke harimau maupun sedang latihan judo.
Jadi ketika naik ke ring dalam pertandingan kejuaraan bela diri dunia di Moskow, Minggu 20 November, Putin sepertinya tidak mengharapkan para penonton akan menyorakinya dan mengeluarkan desis suara yang memberi isyarat agar dia diam.
Namun para pendukungnya mengatakan ejekan penonton tidak ditujukan kepada Putin melainkan kepada seorang atlet dari Amerika Serikat yang kalah bertanding dan sedang meninggalkan tempat pertandingan.
Bagaimanapun para pengkritik menafsirkannya sebagai ungkapan rasa frustrasi warga Rusia terhadap Putin, yang sudah merencanakan untuk terjun kembali dalam pemilihan presiden Maret 2012, seperti dilaporkan wartawan BBC di Mosko, Steve Rosenberg.
Popularitas menurun

Sumber gambar, RIA Novosti
Jajak pendapat terbaru memang memperlihatkan tingkat popularitasnya masih tinggi, yaitu 61% namun di bawah popularitas tahun lalu yang mencapai 77%.
Putin menjabat presiden untuk dua masa jabatan dari tahun 2000 hingga 2008 sehingga tidak bisa mencalonkan diri lagi sebagai presiden.
Dia kemudian menjadi perdana menteri sejak 2008 dan konstitusi Rusia memungkinkan mantan perwira dinas rahasia KGB ini untuk mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden.
Sementara itu Presiden Rusia Dmitry Medvedev sudah menerima usulan pencalonan dirinya sebagai perdana menteri dalam pemilu mendatang.
Turunnya popularitas Putin dilihat sebagai berita buruk menjelang pemilinan parlemen yang akan digelar awal Desember 2011 dan pemilihan presiden tahun depan.
Namun sistem politik Rusia saat ini -yang belum memungkinkan munculnya saingan yang serius- sepertinya tetap membuka peluang dia dan partainya, Rusia Bersatu, meraih kemenangan.





























