Suu Kyi targetkan menangi pemilu Burma

Sumber gambar, AP
Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) membenarkan bahwa Aung San Suu Kyi akan berupaya memenangkan kursi di parlemen Burma dalam pemilu yang akan datang.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat (18/11) lalu, NLD memutuskan untuk menghentikan akis boikot mereka terhadap pemilu di Burma.
Mereka akan menempatkan sejumlah calonnya untuk memperebutkan 48 kursi di parlemen dalam rangkaian pemilu mendatang.
Saat itu masih belum ada kepastian apakah Suu Kyi juga ikut dicalonkan sebagai salah satu kandidat yang akan memperebutkan kursi kosong tersebut.
Namun belakangan salah satu pejabat di NLD, Nyan Win mengatakan bahwa Suu Kyi akan ikut menjadi kandidat dalam pemilu mendatang.
"Aung San Suu Kyi akan ikut pemilu namun agak sedikit terlalu awal kalau menyebutkan konstituen wilayah mana yang akan ia wakili," kata Nyan Win.
Sejumlah analis berspekulasi Suu Kyi kemungkinan menduduki kursi parlemen Burma akhir tahun ini.
NLD juga kemungkinan masih akan mendominasi pemilu Burma mendatang.
Pada tahun 1990 NLD memenangi pemilu di negara itu secara mutlak hingga akhirnya hasilnya dibatalkan oleh pemerintahan junta militer
Kondisi Burma pasca pembatalan hasil pemilu itu menjadi tidak menentu, sejumlah negara menerapkan sanksi bagi pemerintahan junta militer.
Suu Kyi juga harus menjalani tahanan baik di penjara maupun di rumahnya selama 20 tahun setelah pemilu tersebut.
Tanda perubahan
Pemerintah junta militer juga kemudian membuat konstitusi baru yang menguatkan posisi militer. Mereka kemudian menggelar pemilu pada tahun lalu namun diboikot oleh NLD.
Presiden Thein Sein yang kemudian terpilih dan merupakan bagian dari kekuasaan junta militer mencoba untuk melunak.
Dia belakangan melakukan sejumlah langkah reformasi di negara itu dan kemudian mampu membuat sejumlah pengamat percaya bahwa perubahan memang sedang terjadi di Burma.
Thein Sein mengeluarkan kebijakan untuk membebaskan ratusan tahanan politik Burma dalam beberapa bulan terakhir.
Meskipun sedikit berhati-hati NLD dan sejumlah negara lain akhirnya memberikan pujian terhadap langkah yang dilakukan oleh Thein Sein.
Presiden AS, Barack Obama bahkan berjanji untuk mengutus Menlu AS Hillary Clinton berkunjung ke negara itu bulan depan.
Jika ini terjadi maka untuk pertama kalinya dalam 50 tahun terakhir, AS mengirim menteri luar negerinya berkunjung ke Burma.
Pengakuan juga diberikan oleh ASEAN dengan mendorong Burma menjadi ketua organisasi regional ini pada tahun 2014 mendatang.





























