Iran tangkap 12 mata-mata AS

fasilitas nuklir iran

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Iran mengatakan mata-mata AS menyasar fasilitas nuklir negara mereka.

Iran menangkap 12 orang yang dituduh sebagai mata-mata Agen Rahasia Amerika, CIA.

Kantor Berita Iran, IRNA mengatakan mereka ditangkap karena berupaya mendapatkan data-data militer dan program nuklir orang itu.

Seorang anggota parlemen yang cukup berpengaruh di negara itu, Parviz Sorouri mengatakan dalam operasinya mereka berkoordinasi dengan dinas rahasia Israel dan sejumlah negara lain di kawasan itu.

Sorouri yang juga merupakan anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran sejauh ini belum menyebutkan asal negera dua belas orang yang ditangkap tersebut.

Dia juga tidak memberikan informasi di mana mereka ditangkap.

"Amerika dan Zionis tengah berupaya menggunakan jaringan intelijen mereka baik di dalam maupun di luar Iran sebagai upaya untuk memukul negara kita," kata Sorouri seperti dikutip dari IRNA.

"Namun untunglah langkah ini digagalkan oleh tindakan cepat yang diambil oleh petugas di kementerian intelijen."

Pernyataan Iran ini muncul tak lama setelah munculnya laporan di AS yang menyebutkan kelompok Hizbullah di Libanon telah berhasil mengungkap jaringan mata-mata CIA.

Jaringan mata-mata

Anggota Parlemen Libanon dari kelompok Hizbullah, Hassan Nasrallah menmbenarkan bahwa pihaknya berhasil mengungkap kedok mata-mata AS di organisasinnya.

"Intelijen Libanon telah mengalahkan agen AS dan Israel dalam apa yang disebut saat ini sebagai perang intelijen," kata Nasrallah seperti dikutip dari AFP.

Hizbullah sendiri selama ini dikenal sebagai organisasi yang memiliki kedekatan dengan Iran.

Meskipun awalnya Kedutaan Besar Amerika di Beirut mengatakan tuduhan itu tidak berdasar namun laporan kantor berita AP menyebutkan pejabat Amerika belakangan membenarkan pernyataan Nasrallah.

Sebelumnya laporan yang muncul di Amerika pekan ini menyebutkan seorang pejabat intelijen AS merasa khawatir dengan keselamatan sejumlah mata-mata mereka di Lebanon setelah kedok mereka terungkap.

Iran sebelumnya pada bulan Mei lalu juga telah menangkap 30 orang mata-mata setelah mereka mengungkap jaringan yang dijalankan CIA.

Jaringan ini menurut Iran dijalankan lewat sejumlah misi diplomatik AS di Malaysia, Turki dan Uni Emirat Arab.

Sejumlah warga Iran direkrut sebagai mata-mata lewat jaringan yang berada di ketiga negara itu.