Cina koreksi tingkat kemiskinan

Sumber gambar, Reuters
Cina mengkoreksi batas pendapatan tingkat kemiskinan warga desa menjadi kurang dari US$1 per hari atau sekiata 6.5 yuan.
Sebelumnya orang yang tinggal di pedesaan dinyatakan sebagai warga miskin jika berpenghasilan kurang dari 55 sen per hari.
Dengan adanya peningkatan ini, maka diperkirakan akan ada jutaan warga yang akan mendapatkan keuntungan negara.
Tahun lalu ada sekitar 27 juta orang yang masuk dalam kategori miskin di pedesaan.
Dengan adanya peningkatan ukuran ini maka diperkirakan angka kemiskinan di Cina akan bertambah empat kali lipat.
Presiden Cina Hu Jintao selama masa kepemimpinannya berjanji untuk menangani masalah kemiskinan di negara tirai bambu ini.
Dia telah mengeluarkan kebijakan proyek pembangunan di seluruh kawasan provinsi barat Cina yang memang dikenal sebagai kantong kemiskinan.
Kebijakan ini dia sebut sebagai sebuah ''masyarakat yang harmonis''.
Warisan Hu Jintao
Selasa (29/11), media pemerintah yang mengutipnya mengatakan bahwa di tahun 2020 tidak ada satupun orang di Cina yang harus khawatir atas makanan dan pakaian.
"Akses mereka untuk pendidikan wajib, perawatan kesehatan mendasar dan perumahan juga akan dijamin,'' katanya.
"Tren pelebaran celah antara si kaya dan si miskin akan segera dibalik.'' tambahnya.
Banyak kebijakan Hu yang memasang target waktu di masa depan, yang oleh analis sebut sebagai upaya untuk membangun sebuah warisan.
Hu Jintao sendiri akan mundur dari jabatannya dalam dua tahun mendatang.
Terkait masalah kemiskinan ini, Cina sering dikritik karena membuat garis kemiskinan yang terlalu rendah.
Tetapi kebijakan terbaru ini membuat Beijing mematok angka yang mendekati dengan angka yang distandarisasi oleh Bank Dunia sebesar US$1,25 per hari.
Bagi mereka yang masuk dalam kategori miskin berhak untuk mendapat bantuan pemerintah seperti subsidi, pelatihan kerja, pinjaman lunak dan kesempatan kerja di proyek infrastrutur yang didanai oleh pemerintah.





























