Turki menjatuhkan sanksi kepada Suriah

Sumber gambar, AFP
Turki mengumumkan serangkaian sanksi ekonomi atas Suriah sehubungan dengan aksi kekerasan aparat keamanan atas para pengunjuk rasa.
Menteri Luar Negeri Ahmed Davutoglu menyatakan negaranya akan menghentikan semua kesepakatan keuangan dengan pemerintah Damaskus dan membekukan semua aset Suriah.
"Sampai pemerintah sah berdamai dengan warganya yang berkuasa di Suriah, mekanisme dari Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi akan dihentikan," tuturnya kepada para wartawan di Ankara.
Dia menambahkan pemerintah pimpinan Presiden Bashar al-Assad "sudah berada di ujung jalan."
Namun ditegaskan bahwa sanksi yang ditempuh tidak akan membawa dampak buruk kepada warga Suriah dan penerbangan sipil Turkish Airlines ke Damaskus akan berjalan seperti biasa.
Sasaran para pemimpin
Sebagian besar sanksi ditujukan kepada para pemimpin Suriah saat ini, seperti dilaporkan wartawan BBC, Jonathan Head di Istanbul.
Semua pihak yang dianggap bertanggung jawab dalam kekerasan atas warga sipil, serta pengusaha yang dekat dengan Presiden al-Assad dilarang melakukan perjalanan ke Turki. Semua aset mereka juga akan dibekukan.
Hubungan keuangan dengan bank-bank milik pemerintah Suriah juga dihentikan sedangkan larangan atas penjualan senjata sudah lebih dahulu diberlakukan.
Turki juga mengatakan akan mencegah semua pengiriman senjata dari negara ketiga yang ditujukan kepada Suriah melalui Turki dan sudah melakukannya atas pengiriman senjata dari Iran.
Sanksi Turki terbaru ini menyusul keputusan Liga Arab untuk menunda keanggotaan sementara Suriah dan menjatuhkan sanksi berupa pembekuan aset pemerintah dan embargo investasi.
Sementara PBB sudah mengeluarkan pernyataan bahwa Suriah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan secara sistematis.
PBB memperkirakan sedikitnya jatuh 3.500 korban jiwa dalam aksi unjuk rasa menentang Presiden al-Assad yang marak sejak awal tahun ini.
Semakin memburuk
Ketegangan Turki dan Suriah semakin memburuk belakangan, setelah Turki secara terbuka mengkritik dengan keras aksi pemerintah Damaskus dalam menghadapi aksi unjuk rasa.
Pekan lalu, sebuah konvoi bus yang membawa warga Turki ditembak oleh pasukan Suriah dan pemerintah Ankara sudah memperingatkan untuk menghindari perjalanan ke negara itu.
Turki sebelumnya merupakan salah satu sekutu utama Suriah, namun Presidan al-Assad tidak menggubris seruan Turki agar menghentikan aksi kekerasan atas pengunjuk rasa dan menempuh reformasi politik.
Pemerintah Ankara -seperti dilaporkan wartawan kami di Turki- tampaknya meyakini bahwa upaya persuasi tidak akan bisa membawa hasil yang diharapkan.
Hubungan perdagangan antara kedua negara meningkat dengan nilai sekitar US$2,5 miliar, namun awal tahun ini menurun drastis setelah gelombang unjuk rasa melanda Suriah.
Turki memiliki perbatasan sepanjang 900 km dengan Suriah dan sudah menegaskan tidak menginginkan intervensi militer atas Suriah walau siap untuk membuka kawasan penyangga di perbatasan jika terjadi pengungsian besar-besaran.





























