PBB: Suriah lakukan kejahatan kemanusiaan

Unjuk rasa di Suriah

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pasukan keamanan Suriah dituduh lakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

Laporan PBB yang baru saja dikeluarkan menyebutkan bahwa pasukan keamanan Suriah telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan secara sistematis saat menangani aksi peserta unjuk rasa antipemerintah.

Laporan ini menurut anggota komisi di PBB disusun oleh tim panel independen.

Dalam kajiannya mereka menyebutkan bahwa warga sipil termasuk anak-anak telah dibunuh, disiksa dan juga mengalami kekerasan seksual selama operasi yang dilakukan oleh pasukan keamanan Suriah.

"Komisi ini sangat prihatin bahwa kejahatan kemanusiaan telah terjadi di berbagai wilayah yang berbeda di Suriah," bunyi laporan dalam dokumen tersebut.

Dalam penyusunan laporan setebal 39 halaman ini, tim panel mengaku telah mewawancarai 223 orang yang terdiri dari para korban dan sejumlah tentara yang telah membelot untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM dalam kurun sejak akhir September hingga pertengahan November 2011.

Sejumlah tentara yang telah membelot mengaku telah diperintahkan untuk menembak ke arah pengunjuk rasa guna membubarkan aksi mereka.

Korban anak-anak

Sorang dari mereka bahkan menceritakan sempat ditangkap, dipukuli, dan disiksa saat menolak melakukan tembakan langsung ke arah pengunjuk rasa dan hanya melakukan tembakan ke udara.

Laporan yang dikeluarkan pada hari Senin (28/11) di Jenewa, Swiss, juga mengatakan bahwa pasukan keamanan Suriah telah membunuh setidaknya 256 anak-anak selama operasi penghentian aksi unjuk rasa.

Namun anggota tim itu mengaku mereka tidak masuk ke wilayah Suriah dalam proses pembuatan laporan tersebut.

PBB sebelumnya mengatakan setidaknya ada 3.500 orang yang tewas sejak aksi unjuk rasa menentang kekuasaan pemerintah Bashar al-Assad meletus di Suriah bulan Maret lalu.

Pemerintah Suriah sejauh ini tetap berkeyakinan bahwa pasukan keamanan mereka tengah menghadapi anggota geng bersenjata.

Akibat kebijakan kerasnya, Suriah kini dikucilkan dari pergaulan dunia internasional, Liga Arab kemarin telah menjatuhkan sanksi ekonomi berupa pembekuan aset pemerintah dan embargo investasi.

Damaskus menggantungkan setengah dari seluruh jumlah ekspor dan seperempat impor dari negara-negara Arab.

Sanksi ini diperkirakan akan semakin menekan Suriah.