Afghanistan diguncang bom pada Hari Ashura

Sumber gambar, BBC World Service
Bom bunuh diri di tempat suci di ibukota Afghanistan, Kabul, menewaskan dan melukai banyak orang di tengah-tengah perayaan Hari Ashura (6/12).
Seorang juru bicara kepolisian mengatakan puluhan warga tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
"Para korban telah dibawa ke berbagai rumah sakit, tetapi sekitar 30 orang tewas, jumlah korban akan bertambah. Begitu kita mendapat laporan dari semua rumah sakit, kita akan mengumumkan data yang tepat," kata juru bicara kepolisian Kabul, Hashmatullah Stanikzai.
Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan mengatakan sekitar 60 orang menderita luka-luka.
Ledakan terjadi ketika umat Syiah berkumpul di tempat suci Abul Fazel untuk merayakan Ashura. Sekitar 200 orang diperkirakan berada di lokasi kejadian saat bom meledak.
Polisi mengatakan mereka berhasil menggagalkan upaya pemboman lainnya.
Wartawan BBC di Kabul, Quentin Sommerville, melaporkan serangan sektarian selama ini jarang terjadi di Kabul.
Serangan terpisah
Seorang ulama terkenal, Mohammad Bakir Shaikzada, mengatakan untuk pertama kalinya warga Syiah di ibukota Afghanistan menjadi sasaran serangan selama puluhan tahun terakhir.
Dia menambahkan tidak pernah terjadi serangan seperti ini sebelumnya.

Sumber gambar, Getty
"Ini merupakan kejahatan terhadap warga Muslim pada hari besar Ashura. Kami sebagai umat Muslim tidak akan pernah melupakan serangan ini. Pelakunya adalah musuh orang-orang Muslim," katanya.
Namun dia mengatakan tidak mengetahui pihak-pihak yang bisa melakukan serangan.
Sementara serangan atas warga Syiah juga terjadi di kota Mazar-i-Sharif, Afghanistan utara.
Dalam serangan tersebut, empat orang tewas akibat bom yang ditempatkan di sepeda meledak di dekat masjid utama, yang terjadi tidak lama setelah ledakan di Kabul.





























