Uni Eropa mungkin tak butuh traktat baru

Sumber gambar, Reuters
Peraturan yang kuat untuk menangani krisis utang di zona euro dapat dicapai tanpa mengubah traktat Uni Eropa, seperti disampaikan oleh Presiden Dewan Uni Eropa Herman Van Rompuy.
Dalam sebuah bocoran laporan yang akan disampaikan dalam pertemuan Uni Eropa yang dimulai Kamis, dia menawarkan jalur cepat "fiscal compact".
Van Rompuy akan memimpin pertemuan yang berlangsung selama dua hari.
Dalam laporan sementara yang secara detail telah diperoleh media, Van Rompuy mengusulkan sebuah rencana yang menyetujui sebuah kebijakan yang disebut "fiscal compact" baru tanpa perlu dilakukan referendum ataupun ratifikasi oleh parlemen masing-masing negara zona Eropa.
Rancangan itu menyebutkan kebijakan fiskal yang kuat dapat diadopsi secara sederhana dengan mengubah sebuah protokol - sebuah prosedur yang dibutuhkan konsensus nasional tetapi tidak memerlukan perubahan besar dalam traktat Uni Eropa.
Van Rompuy berpendapat langkah ini akan mempercepat implementasi perubahan dan menyingkirkan potensi komplikasi politik.
Laporan itu memuat beberapa syarat yang penting:
- Setiap anggota zona euro harus memiliki defisit anggaran dibawah 3% dari GDP dan utang nasional dibawah 60%.
- Sebuah "aturan emas" harus dicantumkan dalam legislasi nasional untuk menjamin keseimbangan anggaran dalam jangka menengah.
- Dana untuk penyelamatan utang zona euro diberikan ijin dari bank untuk meminjam secara langsung dari Bank Sentral Eropa.
- Komisi Eropa harus mendapatkan wewenang untuk secara otomatis menentukan langkah yang cermat terhadap negara yang membutuhkan bantuan pembayaran utang.
Implikasi negatif

Sumber gambar, BBC World Service
Jerman dan Prancis mendesak untuk membuat traktat Uni Eropa yang baru pada Maret, dan harus berisi aturan yang sempurna.
AS mendukung rencana mereka.
Tetapi, Menteri Keuangan Timothy Geithner mengatakan Bank Sentral AS tidak berencana untuk memberikan bantuan kepada Dana Moneter Internasional untuk menyelamatkan zona euro dari utang.
Geithner, yang bertemu dengan seluruh pemimpin zona euro dalam kunjungan tiga harinya di Eropa, menekankan bahwa aksi tambahan diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Eropa, berbarengan dengan reformasi jangka panjang.
Dia bertemu dengan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy di Paris pada Rabu.
Paris dan Berlin kelihatannya akan mendesak dilakukannya langkah yang lebih radikal, dan jika 27 anggota Uni Eropa tidak menyetujui, mereka akan mempersiapkan traktat baru ini dengan melibatkan blok zona euro dan negara lain yang ingin terlibat.
Sejumlah langkah yang akan diambil dapat membuat Inggris yang merupakan negara eropa non zona euro akan semakin terisolasi.
Perdana Menteri Inggris David Cameron telah mengatakan tidak akan menandatangani traktat baru tanpa jaminan untuk memproteksi bunga finansial Kota London dan Inggris menjalankan pasar tunggal Eropa.
Awal minggu ini, Standard & Poor's menempatkan seluruh negara yang tergabung dalam zona euro dalam pantauan kredit "dengan implikasi negatif".





























