Uni Eropa putuskan sanksi untuk Iran

Minyak Iran

Sumber gambar, ISNA

Keterangan gambar, Iran kemungkinan akan mengalihkan ekspor ke negara Asia jika Eropa terapkan sanksi
Waktu membaca: 1 menit

Negara anggota Uni Eropa secara prinsip telah sepakat untuk melarang impor minyak dari Iran, untuk menekan negara itu yang masih memiliki program nuklir.

Langkah itu diperkirakan akan diumumkan secara resmi pada pertemuan negara-negara Eropa di akhir Januari.

Amerika Serikat, yang sebelumnya menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, menyambut kabar tersebut.

Iran menolak ancaman sanksi baru tersebut dan membantah klaim negara barat yang menyebutkan negara itu sedang membangun program nuklir.

Iran juga membantah bahwa melemahnya mata uang negara itu pada pekan ini berkaitan dengan sanksi AS terhadap perbankan mereka.

Harga minyak di pasar internasional meningkat menyusul kesepakatan Uni Eropa tentang Iran.

"Kami akan melakukan pertemuan menteri-menteri luar negeri (Uni Eropa) pada 30 Januari, dan pada acara itu saya harap dapat memutuskan embargo minyak dan BBM dari Iran", kata Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe.

"Kami akan menenangkan sejumlah mitra Eropa yang selama ini membeli minyak Iran. Kami harus menyediakan solusi alternatif bagi mereka," tambah dia.

Selasa lalu, Prancis telah meminta "sanksi yang teliti" terhadap Iran.

Sanksi ekonomi

Bagaimanapun, meski sanksi diadopsi pada akhir bulan ini, ini akan membutuhkan beberapa bulan sebelum diterapkannya.

"Ini merupakan salah satu langkah yang akan kami lihat bukan hanya untuk sekutu dekat kami dan mitra di sejumlah tempat seperti Eropa, tetapi dari negara di seluruh dunia," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland.

"Kami juga percaya bahwa tindakan ini konsisten, untuk memperketat simpul perekonomian Iran," tambah dia.

Wartawan BBC James Reynolds mengatakan lebih dari setengah pendapatan Iran berasal dari ekspor minyak.

Jika Eropa berhenti membeli, Iran akan mengalihkan penjualannya ke negara Asia, yang meminta potongan harga, tambah dia.

Selama ini 17% produksi minyak Iran diekspor ke beberapa negara Uni Eropa.

Sementara AS menerapkan sanksi bilateral dengan melarang seluruh perdagangan dengan Iran.