Presiden Korea Selatan mengunjungi Cina

Sumber gambar, Reuters
Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak berada di Cina dalam rangkaian kunjungan tiga hari yang diperkirakan akan banyak membahas transisi kepemimpinan di Korea Utara.
Para pejabat Korea Selatan mengatakan Presiden Lee Myung-bak akan mengadakan pembicaraan dengan mitranya dari Cina, Hu Jintao soal stabilitas Semenanjung Korea dan upaya meningkatkan hubungan bilateral.
Wartawan BBC di Beijing Michael Bristow mengatakan perjanjian perdagangan bebas Korea Selatan-Cina mungkin akan menjadi salah satu agenda utama ekonomi.
Namun masalah Korea Utara jauh lebih penting bagi kedua negara saat ini.
Kim Jong-un, pengganti Kim Jong-il yang meninggal dunia bulan lalu, dianggap masih baru dan belum berpengalaman.
Situasi ini, kata wartawan BBC, bisa berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.
Permintaan AS
Cina adalah pendukung utama Korea Utara, jadi presiden Korea Selatan ingin mengetahui pandangan pemerintah di Beijing tentang apa yang terjadi di Korea Utara.
Cina dan Korea Selatan tidak selalu memakai pendekatan yang sama dalam menghadapi persoalan Korea Utara, terutama sejak Lee Myung-bak menjadi presiden.
Presiden Lee kadang mengambil langkah yang tegas sementara pemerintah Cina lebih sering memilih pendekatan yang lebih lunak.
Cina telah menyatakan dukungan terhadap Kim Jong-un sebagai pemimpin baru Korea Utara.
Pekan lalu diplomat senior Amerika Serikat meminta Cina membantu Korea Utara untuk tidak mengambil langkah-langkah provokatif yang bisa mengganggu stabilitas kawasan.





























