AS kutuk pidato provokatif Assad

Sumber gambar, AP
Amerika Serikat dan Prancis mengutuk pidato Presiden Suriah Bashar al-Assad yang menuding konspirasi internasional yang menyulut aksi unjuk rasa anti pemerintahannya.
Dalam penampilan publiknya yang langka, Assad menegaskan kekuatan asinglah yang mencoba mengganggu stabilitas Suriah dan bersumpah akan memberantah 'teroris' dengan tangan besi.
"Kekuatan regional dan internasional mencoba untuk merusak stabilisasi negara ini," kata Assad.
"Prioritas kami saat ini adalah untuk memulihkan keamanan yang kami jaga selama puluhan tahun. Dan kondisi ini bisa tercapai dengan cara membasmi teroris dengan tangan besi," ujarnya
"Kami tidak akan bersikap lunak terhadap mereka yang bekerja sama dengan kekuatan asing melawan negara," tegasnya.
Pidato keras ini langsung mendapatkan reaksi Amerika Serikat yang menilai Assad telah melemparkan tanggung jawabnya ke pihak lain.
"Assad berhasil menuding kekuatan asing melakukan konspirasi yang terkait situasi di Suriah, termasuk Liga Arab, sebagian besar oposisi Suriah dan seluruh komunitas internasional," kata juru bicara Kemenlu AS, Victoria Nuland.
Nuland menambahkan dengan pidato itu maka AS semakin yakin bahwa sudah saatnya bagi Assad untuk turun dari tampuk kekuasaan.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan lewat pidatonya itu Assad mencoba menyangkal kenyataan yang terjadi saat ini.
Ingkar janji
Pidato keras ini juga mendapat reaksi dari kelompok oposisi Suriah. Pimpinan kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah, Burhan Ghalioun menilai niat Assad mempertahankan kekuasaannya berarti dia mengingkari janjinya untuk mengikuti rencana Liga Arab.
Sedangkan Liga Arab juga mengutuk insiden terbaru di Suriah yang mengakibatkan dua orang anggota tim pengamat terluka.
Dua pengamat yang berasal dari Kuwait itu diserang orang tak dikenal saat mereka menuju kota pelabuhan Lataka, salah satu kubu terkuat Assad.
"Gagal memberikan perlindungan memadai di Latakia dan wilayah lain di mana misi pemantauan dilaksanakan merupakan kejahatan yang dilakukan pemerintah Suriah," demikian pernyataan resmi Liga Arab.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem mengecam serangan itu dan menegaskan pemerintah Suriah tetap akan menjalankan tanggung jawabnya untuk mengamankan misi pemantau Liga Arab.
Tim pemantau Liga Arab yang beranggotakan 165 orang sudah berada di Suriah sejak Desember lalu untuk memantau implementasi rencana perdamaian demi menghentikan kekerasan, perlucutan senjata berat dari berbagai kota dan pembebasan tahanan politik.
Usulan pemilu

Sumber gambar, AP
Meski bersuara keras terhadap komunitas internasional, dalam pidatio yang sama Assad nampaknya berusaha untuk merangkul kekuatan regional Arab.
Assad mengatakan Suriah tidak akan menutup pintu untuk solusi Arab selama mereka menghormati kedaulatan Suriah.
Assad menambahkan tidak ada tentangan soal sistem multi partai, menurut dia pengadopsian sistem multi partai tinggal menunggu waktu.
Assad menyambut ide untuk memperluas pemerintahan dan memasukkan seluruh kekuatan politik Suriah.
Referendum konstitusi baru, lanjut Assad, akan digelar pada Maret mendatang untuk mempersiapkan pemilu pada Mei atau Juni.
Kisruh politik di Suriah yang berlangsung sejak Maret 2011 telah menelan ribuan nyawa. PBB memperkirakan jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 5.000 orang.





























