Liga Arab bersiap bahas temuan di Suriah

Sumber gambar, AP
Menteri-menteri luar negeri negara Arab dijadwalkan bertemu kembali membahas temuan awal yang dikumpulkan oleh misi pengamat Liga Arab yang dikirim ke Suriah untuk memutuskan apakah lembaga ini akan melibatkan PBB dalam langkah selanjutnya atau tidak.
Misi pengamat yang dikirim ke Suriah untuk melihat jalannya implementasi rencana damai telah dikritik sebagai tim tanpa gigi, karena kekerasan terus saja berlangsung di negeri itu.
Terakhir laporan kubu pegiat menyebut sepanjang Sabtu (7/1) 27 orang tewas di seantero negeri. Sementara menurut PBB sudah lebih dari 5.000 tewas sejak aksi demonstrasi menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad meledak10 bulan lalu.
Pemantau Liga Arab dikirim akhir Desember untuk melihat bagaimana pemerintah Suriah mematuhi kerangka rencana perdamaian yang akan diikuti dengan penarikan pasukan dari jalan-jalan serta menghentikan penggunaan kekuatan militernya terhadap warga sipil. Namun menurut kelompok pengkritik, justru keberadaan para pemantau ini dimanfaatkan Pemerintahan Presiden Assad sebagai tameng untuk meneruskan aksi kekerasannya.
Dalam rapat diagendakan sesi mendengar usulan dari Qatar untuk melibatkan pakar HAM PBB dalam kegiatan pemantauan Liga untuk memutuskan apakah Suriah dianggap memenuhi janjinya atau tidak.
Juga akan dibahas bagaimana tim pemantau utusan Liga bisa lebih bebas bergerak di Suriah, karena selama kunjungan pertama, mereka harus selalu dikawal pasukan pemerintah.
Pro Assad
Menurut kelompok oposisi Suriah, Komite Koordinasi Lokal, (LCC), 27 orang tewas di negeri itu sepanjang Sabtu: delapan di Homs, 13 di Idlib, lima di pinggiran Damaskus dan satu orang tewas di Hama.
Menurut kelompok yang sama, pada Jumat sebelumnya, 35 orang juga tewas terbunuh dalam aksi protes rutin tiap selesai ibadah shalat Jumat. Namun tak ada angka yang bisa diverifikasi kebenarannya.
Pemakaman hari Sabtu diselenggarakan di sebuah masjid di distrik Maidan, dimana pengeboman terjadi Jumat sebelumnya. Lokasi ini biasanya dipadati peserta aksi protes terhadap pemerintah.

Sumber gambar, AP
Namun kali ini menurut pengamat, aksi nampak jelas diorgainisir oleh aparat, dimana pesertanya membawa simbol dan foto Presiden Assad sementara bendera resmi Suriah dipakai menutup peti mati para korban.
Sebagian peserta juga meneriakkan slogan dukungan seperti "Rakyat menghendaki Bashar al-Assad!" serta "Satu, satu, satu, rakyat Suriah bersatu!".
Ledakan Jumat lalu di ibukota Damaskus terjadi di sebuah persimpangan yang ramai di distrik Maidan.
Menurut Menteri Dalam Negeri Ibrahim al-Shaar serangan dilakukan seorang pengebom bunuh diri, yang disebutnya "memantik dirinya sendiri dengan tujuan menewaskan sebanyak mungkin orang".
Pemerintah telah mengatakan akan "melawan balik dengan tangan besi" terhadap pelakunya.
Namun seperti serangan di Damaskus sebelumnya, menurut kubu oposisi utama negeri itu, Dewan Nasional Suriah (SNC), serangan ini justru didalangi aparat Assad sendiri untuk memfitnah para pemrotesnya.





























