Pemerintah Nigeria tetapkan jam malam

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah Nigeria menetapkan jam malam di Kano, Nigeria Utara setelah tujuh orang tewas akibat sejumlah serangan bom terkordinasi di kota tersebut.
Dalam pernyataan resminya, kepolisian mengatakan telah memastikan bahwa ketujuh korban tewas berasal dari lokasi yang berbeda di seluruh penjuru kota.
Selain itu, empat kantor polisi, markas Badan Keamanan Nasional dan kantor imigrasi setempat juta menjadi target pemboman.
Seorang saksi mata kepada BBC Hausa mengatakan dia berada bersama sekelompok pengungsi warga Kristen dan Islam berlindung di sebuah masjid di dekat lokasi baku tembak.
Saksi mata ini menambahkan semua orang berdoa bersama dan mematikan lampu. Dia mengatakan pendengarannya masih terganggu akibat suara ledakan bom yang sangat keras.
Seorang saksi lainnya kepada televisi Nigeria mengatakan dia langsung lari ke luar rumah begitu mendengar ledakan.
"Saat saya keluar rumah, saya melihat jenazah, seorang pemuda tergeletak. Saya lalu terus berlari menuju kantor imigrasi," ujarnya.
"Di kantor imigrasi itulah asal ledakan pertama. Tiga orang tewas di sana. Dan kini kami juga mendengar sejumlah ledakan lain, baku tembak di depan kantor polisi," tambahnya.
Salah satu korban tewas dikabarkan adalah wartawan Channels TV Nigeria, Enenche Akogwu.
Boko haram
Polisi dan militer kemudian segera membangun penghalang jalan untuk membatasi keluar masuknya orang ke kawasan tersebut.
Sejumlah pengamat mengatakan aksi pemboman di Kano ini adalah sebuah serangan terkordiansi terbesar yang pernah terjadi di Kano dan Nigeria.
Tak lama setelah aksi pemboman terjadi, kelompok militan Boko Haram menyatakan mereka bertanggung jawab atas insiden berdarah itu.
Kepada sejumlah wartawan di Maiduguri, kota di Nigeria Utara yang menjadi basis kelompok ini, juru bicara Boko Haram Abul Qaqa mengatakan serangan dilakukan karena pemerintah menolak untuk membebaskan sejumlah anggota Boko Haram yang ditahan di Kano.
Boko Haram -yang secara harafiah berarti pendidikan barat haram- selama beberapa tahun terakhir dituding menjadi dalang sejumlah aksi kekerasan di Nigeria.
Wartawan BBC di Lagos Mark Lobel melaporkan kematian pimpinan Boko Haram Muhammad Yusuf ketika ditahan polisi pada 2009 lalu kerap dijadikan alasan serangan terhadap pemerintah.
Pada 2010, Boko Haram melakukan serangan bersenjata terhadap sejumlah target pemerintah Nigeria di Maiduguri.
Kemudian mereka meningkatkan serangannya. Pada 2011 Boko Haram mengincar kantor-kantor polisi dan perwakilan PBB di ibukota Abuja.
Dan dalam beberapa pekan terakhir, warga Kristan dan Animisme yang tinggal di wilayah utara menjadi sasaran berbagai serangan bersenjata mematikan.





























