Tiga orang demonstran tewas di Nigeria

Nigeria
Keterangan gambar, Bentrokan dengan aparat menyebabkan tiga orang tewas dan puluhan terluka.

Pemerintah Nigeria menghentikan aksi mogok yang dilakukan sebagai protes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), akibat pencabutan subsidi.

Senin (9/1) lalu, pemogokan massal menyebabkan sejumlah kota di Nigeria lumpuh. Toko-toko, kantor dan sekolah di sejumlah wilayah di negara tersebut tutup.

Di Lagos dan kota-kota lain, ribuan orang menggelar demonstrasi menentang pencabutan subsidi, yang menyebabkan harga BBM naik dua kali lipat.

Di Kano, kepolisian menembaki para demonstran, dan menewaskan dua orang dan beberapa orang terluka.

Sementara itu, di Lagos, satu orang tewas pemrotes dalam bentrokan dengan polisi. Sekitar 10.000 orang ikut dalam demonstrasi menolak kenaikan harga minyak, di kota bisnis di Nigeria itu.

Sejumlah pemrotes membawa gambar Presiden Goodluck Jonathan dengan tanduk dan gigi taring, yang tengah memompa bensin di SPBU.

"Pemimpin kami tidak peduli dengan warga Nigeria. Mereka hanya memikirkan diri sendiri," kata seorang pemrotes Joseph Adekolu kepada kantor berita Associated Press.

Presiden Goodluck Jonathan menyatakan pemberian subsidi tidak menguntungkan secara ekonomi.

Siap dialog

Sejak 1 Januari lalu, pemerintah Nigeria mencabut subsidi dan menyebabkan harga BBM dan biaya transportasi meningkat dua kali lipat.

Sebagian besar dari 160 juta penduduk Nigeria hidup dengan US$2 per hari, sehingga peningkatan harga BBM memukul ekonomi mereka.

Protes di Nigeria

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Demonstran menyatakan kenaikan harga BBM membuat biaya hidup meningkat.

"Dengan kenaikan ini, biaya transportasi naik dan berdampak pada meningkatnya harga, dan kebutuhan dasar hidup lainnya, seperti sewa, biaya sekolah dan kesehatan," kata juru bicara Kongres Pekerja Nigeria, Chris Uyot.

Di ibukota Abuja, serikat pekerja dan kelompok masyarakat sipil melakukan demonstrasi dan menutup bandara.

Menteri Informasi Nigeria, Labaran Maku meminta serikat pekerja untuk mengakhiri pemogokan, dan mengatakan pemerintah siap untuk berdialog.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah melakukan yang terbaik untuk meminimalisir dampak akibat pencabutan subsidi.

Pemogokan yang sama juga pernah terajdi pada tahun 2003, ketika pemerintah Nigeria setuju untuk mengurangi subsidi, dibandingkan menghapusnya.

Pemberian subsidi ini menyebabkan harga BBM di Nigeria lebih murah dibandingkan negara tetangga, dan sering terjadi penyelundupan BBM ke luar negeri.

Pemerintah Nigeria menyatakan pencabutan subsidi BBM ini dilakukan untuk menghemat anggaran US$8 milia, dan dapat meningkatkan anggaran kesehatan, pendidikan dan pasokan listrik.

Selain itu, gaji pejabat tinggi dipotong sebesar 25%, dan kunjungan keluar negeri dikurangi. Tetapi bagi warga Nigeria, masih ada kekhawatiran terjadinya korupsi anggaran di negara itu.