Suriah tolak rencana Liga Arab

Misi Liga Arab

Sumber gambar, a

Keterangan gambar, Misi Liga Arab dikecam karena dianggap gagal mencegah kekerasan di Suriah.

Suriah menolak rencana terbaru Liga Arab untuk mengakhiri konflik 10 bulan yang telah menewaskan lebih dari 5.000 orang.

Televisi pemerintah mengutip seorang pejabat yang mengatakan rencana Liga Arab merupakan campur tangan mencolok terhadap urusan dalam negeri Suriah.

"Suriah menolak keputusan Dewan Menteri Liga Arab...dan menganggap keputusan itu sebagai pelanggaran atas kedaulatan nasional dan campur tangan mencolok masalah dalam negeri Suriah," kata seorang pejabat seperti dikutip kantor berita SANA.

Pejabat itu mengatakan Liga Arab seharusnya "menjalankan kewajiban untuk menghentikan pemberian dana dan senjata kepada para teroris".

Para menteri luar negeri telah menyerukan perlunya perundingan segera antara pemerintah Suriah dan kubu oposisi.

Mereka juga menyerukan Presiden Bashar al-Assad untuk menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya.

Selain penyerahan kekuasan ke wakil presiden, rencana baru Liga Arab juga mencakup pembentikan pemerintahan persatuan nasional dalam waktu dua bulan.

'Perpanjangan misi'

Pada hari Minggu (22/1) Liga Arab meminta PBB untuk mendukung rencana baru guna menyelesaikan krisis di Suriah.

Sekjen Liga Arab Nabil al-Arabi mengatakan dukungan PBB diperlukan untuk "memberikan bobot lebih besar" pada rencana itu.

Liga Arab menerjunkan tim pemantau di Suriah sejak 26 Desember untuk mengawasi pelaksanaan prakarsa Liga Arab tetapi misi pemantau mendapatkan kecaman luas karena dianggap gagal mencegah penumpasan berdarah terhadap pengunjuk rasa prodemokrasi.

Menteri luar negeri Arab Saudi mengatakan telah menarik wakilnya dari Suriah yang bertugas sebagai pemantau dengan alasan pemerintah Suriah "tidak menghormati klausul-klausul" rencana damai Liga Arab.

Namun keputusan Arab Saudi tidak mempengaruhi kehadiran misi pemantau di Suriah karena dalam pernyataan akhir pertemuan di Kairo (22/1), Liga Arab menyebutkan akan memperpanjang masa tugas tim pemantau dan menambah jumlah pemantau.

Wartawan BBC untuk kawasan Timur Tengah Jeremy Bowen mengatakan Liga Arab semakin terpecah terkait penyelesaian krisis Suriah.

Karena Suriah menolak syarat-syarat yang diajukan, lanjutnya, maka nasib peta jalan Liga Arab menjadi tidak menentu.