AS tuduh Assad tidak bertanggung jawab

PM Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani dan Hillary Clinton

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, PM Qatar Jassim al-Thani (kiri) mengatakan misi Liga Arab di Suriah gagal.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, menuduh Presiden Bashar al-Assad tidak bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi di negara itu.

Nyonya Clinton mengatakan Assad justru menuding kesalahan pada konspirasi dari luar.

Ia menambahkan misi pengawasan Liga Arab di Suriah -dengan mandat yang berakhir pekan depan- tidak dapat berlangung selamanya.

Washington juga mengatakan akan mengurangi staf kedutaan di Suriah karena alasan keamanan.

Sementara itu Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani -dalam jumpa pers bersama Hillary Clinton di Washington- mengatakan misi pengawas Liga Arab gagal dan bahwa dunia Arab serta masyarakat internasional memiliki tanggung jawab menghentikan kekerasan.

Hari Selasa (10/01) lalu pengawas Liga Arab asal Aljasair, Anwar Malek, mengundurkan diri.

"Para pengawas diperdaya. Rezim mendalangi sebagian besar kejadian yang kami lihat agar Liga Arab tidak dapat mengambil tindakan atas rezim itu," kata Malek.

Wartawan asing meninggal

Pengawas Liga Arab dikerahkan ke Suriah untuk melihat apakah pemerintahan al-Assad mematuhi rencana perdamaian organigasi itu.

Seorang pengawas lainnya mengatakan ia kemungkinan juga akan mengundurkan diri karena misi itu gagal mengakhiri pembunuhan warga sipil yang melakukan unjuk rasa menentang rezim pemerintah.

Liga Arab yang beranggotakan 22 orang, menskors Suriah November lalu.

Presiden Assad mengatakan Rabu (11/01) akan mengalahkan "konspirator asing" yang berkomplot untuk mengakhiri kekuasaanya.

Seorang wartawan Prancis menjadi wartawan asing pertama yang tewas dalam 10 bulan kekerasan di Suriah.

PBB menyatakan sekitar 5.000 orang tewas sejak unjuk rasa dimulai bulan Maret tahun lalu.

Sementara pemerintah Suriah menuduh militan bersenjata menewaskan sekitar 2.000 personil keamanan.

Suriah melarang sebagian besar media asing setelah protes terjadi namun sejak Liga Arab mengerahkan pengawas, sejumlah wartawan asing berdatangan.