Suriah tolak pasukan negara-negara Arab

Sumber gambar, BBC World Service
Pemerintah Suriah menolak seruan Qatar agar negara-negara Arab mengirimkan pasukan ke Suriah untuk mengakhiri kekerasan di sana.
Televisi pemerintah mengatakan pengiriman pasukan hanya akan memperparah situasi di Suriah.
"Suriah menolak pernyataan para pejabat Qatar tentang pengiriman pasukan Arab untuk memperparah krisis...dan membuka jalan bagi intervensi asing," kata Departemen Luar Negeri.
"Rakyat Suriah menolak semua bentuk intervensi asing. Mereka akan menentang segala upaya untuk merongrong kedaulatan Suriah dan keutuhan wilayahnya," tambah Departemen Luar Negeri seperti dikutip kantor berita AFP.
Pernyataan resmi Suriah dikeluarkan untuk menanggapi pernyataan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani yang mendukung pengiriman pasukan negara-negara Arab ke Suriah untuk "menghentikan pembunuhan".
Pernyataan Emir Qatar disampaikan dalam wawancara dengan satu jaringan televisi Amerika akhir pekan lalu.
Misi Liga Arab
Pemerintah Suriah dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa kelompok-kelompok teroris berada di balik pergolakan, dan mereka bukan menuntut reformasi.
Pemantau Liga Arab di Suriah sejauh ini gagal mencegah pembunuhan. PBB berjanji akan membantu misi Liga Arab yang telah diterjunkan sejak bulan lalu.
PBB akan memberikan pelatihan kepada pemantau Liga Arab dalam waktu beberapa hari mendatang.
Dalam aksi kekerasan terbaru, para aktivis hak asasi manusia mengatakan delapan warga sipil tewas ketika bom menghantam bus mini yang mereka tumpangi di Suriah utara.
Selain itu, menurut para para pejabat Suriah, serangan roket menewaskan enam tentara di pos pemeriksaan dekat Damaskus.





























