PBB pertimbangkan draf resolusi bagi Suriah

Tentara Suriah

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Tentara Suriah berjaga di Homs, tempat terjadinya kekerasan terhadap warga.

Dewan Keamanan PBB bertemu untuk mempertimbangkan pembahasan sebuah draf resolusi untuk pemerintah Suriah.

Aktivis dan Liga Arab mendesak PBB untuk mengambil aksi yang lebih tegas, menyusul terjadinya kekerasan di negara itu pada pekan ini yang menyebabkan puluhan orang tewas.

Dalam draf resolusi itu juga diatur tindakan yang akan dilakukan jika pemerintah Suriah tidak mentaati transisi politik.

Dewan Keamanan PBB tidak akan memutuskan resolusi melalui voting sampai pekan depan.

Inggris, Prancis dan Jerman merancang draf resolusi dengan negara-negara Arab, untuk mendukung permintaan Liga agar Presiden Bashar al-Assad untuk mengalihkan kekuasaan kepada wakilnya.

Rusia, yang merupakan sekutu Assad menyatakan tidak akan mendukung draf tersebut.

Rusia menolak

Perwakilan Rusia di PBB Vitaly Churkin dalam keterangan kepada media setelah pertemuan di New York mengatakan, bahwa draf resolusi itu tidak dapat diterima, tetapi Moscow siap untuk melakukan pembicaraan lanjutan.

Dia mengatakan Rusia telah menetapkan 'garis merah' dan menyebutkan draf resolusi itu tidak seharusnya memuat ancaman apapun atau embargo senjata.

Draf 'tidak hanya mengabaikan 'garis merah' tetapi juga menambahkan sejumlah elemen baru yang kami pikir tidak dapat diterima sebagai masalah prinsip," kata dia, seperti disampaikan oleh Kantor Berita AFP.

"Dewan keamanan tidak dapat menentukan solusi dalam situasi krisis di berbagai negara di dunia."

Koresponden BBC di PBB, Barbara Plett, mengatakan Rusia tidak akan mendukung sejumlah tindakan yang akan mengganti rejim.

Moscow juga peduli dengan sebuah peringatan mengenai tindakan lanjutan jika Suriah tidak mentaati resolusi, dan mengkhawatirkan situasi ini dapat membuka peluang untuk intervensi pihak asing, seperti disampaikan oleh Koresponden BBC.

Rusia dan Cina memveto sebuah draf resolusi bagi Suriah pada tahun lalu.

Negara-negara barat berharap Liga Arab mendukung resolusi yang akan melunakan sikap Rusia.

Di tengah pertemuan Dewan Keamanan PBB, kekerasan kembali terjadi di Suriah yang menewaskan 40 orang.