Pasukan pemberontak Suriah sempat kuasai kota Douma

Pasukan anti rezim Bashir al-Assad sempat menguasai wilayah Douma di dekat ibukota Damaskus.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pasukan anti rezim Bashir al-Assad sempat menguasai wilayah Douma di dekat ibukota Damaskus.

Setelah sempat menguasai sebagian wilayah kota Domau di dekat ibukota Suriah, Damaskus, pasukan anti rezim Bashar al-Assad dilaporkan meninggalkan wilayah tersebut, Minggu (22/01).

Laporan-laporan dari Suriah menyebutkan, pasukan pemberontak telah menarik keluar pasukannya dari Douma, setelah mereka sempat merebut kendali sebagian wilayah kota itu selama beberapa jam.

Seorang saksi mata di Douma mengatakan kepada BBC bahwa tembakan pasukan keamanan Suriah, yang berada di pinggiran kota, masih bisa terdengar.

Kehadiran pasukan anti rezim Bashar al-Assad disebutkan untuk melindungi kelompok oposisi di Douma.

Pasukan pemberontak ini dilaporkan terlibat pertempuran sengit dengan tentara Suriah dan sempat merebut kendali beberapa bagian kota selama beberapa jam, Sabtu (21/01).

Para aktivis oposisi mengatakan, pertempuran itu dipicu ketika pasukan Suriah melepaskan tembakan ke lokasi pemakaman, yang menewaskan empat orang sipil.

Tekanan Liga Arab

Sementara itu, menteri-menteri yang tergabung dalam Liga Arab menggelar pertemuan di Kairo, Mesir untuk menentukan langkah berikutnya.

Kemungkinan besar keputusan penting yang akan keluar dari pertemuan ini adalah kembali memberi tekanan kepada Presiden Bashar al-Assad untuk menghentikan kekerasan terhadap kelompok oposisi.

Sebelumnya, misi pemantauan LIga Arab yang terdiri 165 orang sudah habis masa tugasnya, Kamis (19/1).

Sejumlah pengamat berharap Liga Arab akan memperpanjang misi pemantauan itu selama satu bulan lagi.

Dalam 10 bulan aksi protes rakyat yang kemudian ditanggapi secara militer ini ribuan orang dinyatakan kehilangan nyawa.

Berbagai kelompok pembela hak asasi manusia menduga pemerintah Suriah melakukan penangkapan dan penyiksaan terhadap puluhan ribu orang tahun lalu.

Namun, jumlah pasti tahanan politik di Suriah tidak diketahui karena tidak adanya kebebasan media di Suriah sehingga sulit untuk melakukan verifikasi.