Mitt Romney menang besar di Florida

Sumber gambar, AFP
Kandidat calon presiden AS dari Partai Republik Mitt Romney menang dengan selisih angka besar dalam jajak pemilihan pendahuluan (primary) kubu Republik di negara bagian Florida.
Sejauh ini baru 82% suara yang dihitung, namun Romney sudah diduga sedikitnya akan menangguk 47% suara, sementara rival terdekatnya, Newt Gingrich mendapat 32%.
Primary di Florida tahun ini merupakan musim pemilihan terbesar yang pernah ada dimana para kandidat saling berperang iklan demi dukungan untuk kelak menghadapi calon presiden dari kubu Demokrat, Barack Obama.
Romney menantang Presiden Obama dalam kinerjanya mengatasi masalah ekonomi dan pengangguran dengan mengatakan: "Kini saatnya Anda minggir."
Dia menjanjikan akan menghabiskan belanja pemerintah dan menyeimbangkan anggaran nasional, jika kelak menang.
Jajak pendapat akhir menunjukkan bahwa isu utama bagi para pemilih adalah persoalan ekonomi.
Romney dan Gingrich, ditambah kandidat lain Rick Santorum serta Ron Paul, berlomba untuk mendapat tiket Republik menuju pemilu AS menantang Obama pada bulan November.
Kemenangan di negara bagian Florida ini akan merupakan yang kedua bagi Romney setelah kemanangan perdana di primary New Hampshire.
Florida bernilai 50 delegasi negara bagian, dari total 1.144 delegasi, yang diperlukan seorang kandidat Republik untuk memenangkan konvensi menjadi capres.
Saling cela
Menyapa para pendukungnya usai kemenangannya, Romney menjanjikan tawaran "tiket kemenangan untuk Amerika" dalam pemilu November nanti.
"Primary yang kompetitif tidak akan memecah belah kita, (justru) akan menyatukan dan kita akan menang," kata Romney, sebagai cara menghormati ketiga pesaingnya di Florida.
Pada kenyatannya perang saling menjatuhkan citra berlangsung sengit sepanjang masa kampanye menjelang primary, Romney misalnya mengatakan pada pendukungnya di Dunedin Senin lalu: "Saya tahu, menyedihkan. Dia (Gingrich) mencoba berbagai cara untuk menjatuhkan saya. Anda melihat (iklan)-nya dan menggelengkan kepala. Sangat menyedihkan."

Sumber gambar, Reuters
Sebaliknya di Florida yang menjadi tempat tinggal para pensiunan Yahudi, Gingrich mengatakan bahwa Romney, mantan gubernur Massachusetts, pernah menolak pendanaan makanan untuk warga Yahudi yang masuk dalam daftar layanan Medicare untuk warga lanjut usia.
Romney, 64, sejak awal disebut sebagai kandidat unggulan, tetapi dalam primary di South Carolina awal bulan lalu, dia kalah dari Gingrich.
Selain saling serang dalam bentuk iklan, keduanya juga saling perang mulut dalam debat televisi.
Tetapi Romney dan pendukungnya punya lebih banyak uang untuk iklan televisi yang di Florida saja mencapai US$14 juta (Rp126 miliar) sementara kubu Gingrich hanya mampu menghabiskan dana US$3 juta (Rp27 miliar).
Kubu Romney berupaya mencitrakan Gingrich sebagai sosok yang meledak-ledak, banyak ulah, dan tukang lobi kepentingan di Washington.
Sebaliknya kubu Gingrich, 68, mantan anggota Kongres dari Georgia, menuding Romney yang semula merupakan taipan pasar saham dan salah satu capres AS paling kaya yang pernah ada, sebagai liberal yang berpura-pura konservatif, dalam rangka menguasai Gedung Putih.
Mantan Gubernur Alaska Sarah Palin sebelumnya turut berkampanye mendesak warga Florida agar mendukung Gingrich.
Putaran primary berikutnya adalah Nevada yang akan berlangsung Sabtu (4/1), tetapi diramalkan Romney akan melaju mulus karena saat pertama mencalonkan diri untuk capres AS tahun 2008, dia menang mudah disini.





























