Mantan kepala intelijen pada zaman rezim Gaddafi ditangkap

Sumber gambar, BBC World Service
Mantan kepala intelijen Libia dalam pemerintahan Muammar Gaddafi ditangkap di Mauritania.
Pihak berwenang Mauritania melaporkan bahwa Abdullah al-Senussi ditangkap di bandara Nouakchott.
Pria berusia 63 tahun ini merupakan ipar Kolonel Gaddafi dan disebut-sebut sebagai salah seorang kepercayaan pemimpin Libia itu.
Al-Senussi dicari oleh Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC, karena diduga terlibat kejahatan atas kemanusiaan.
Dia melarikan diri dari Libia ketika Kolonel Gaddafi digulingkan dan dibunuh tahun lalu setelah unjuk rasa selama berbulan-bulan.
Bagaimanapun belum ada konfirmasi dari pihak lain tentang penangkapan al-Senussi.
Wartawan BBC, Sebastian Usher, melaporkan jika memang al-Senussi tertangkap, maka dia bisa memberikan rincian tentang lingkaran dalam di rezim Gaddafi.
Kejahatan atas kemanusiaan
Para wartawan menjuluki al-Senussi sebagai 'tukang jagal' dan sudah didakwa oleh ICC pada tanggal 27 Juni 2011 bersama dengan salah seorang putra Gaddafi, Saif al-Islam.

Sumber gambar, REUTERS
Laporan-laporan menyebutkan bahwa al-Senussi sering memukul ataupun menyiksa para tahanan langsung dengan tangannya sendiri.
Selain diduga terlibat dalam pemberangusan para lawan politik pada masa 1980-an dan 1990-an, al-Senussi juga dianggap bertanggung jawab atas kematian 1.200 tahanan politik di penjara Abu Salim, Tripoli, tahun 1996.
Selama aksi unjuk menentang Kolonel Gaddafi, dia antara lain dituduh memegang peran kunci dalam menghadapi kelompok perlawanan di kota Benghazi.
Kelompok perlawanan sempat melaporkan dia tewas dalam kontak senjata di Tripoli pada 2011 namun pernyataan itu kemudian ditarik kembali.
Pada bulan Desember, dia juga dilaporkan tertangkap namun tidak ada foto maupun bukti lain yang mengukuhkan penangkapannya.
Adapun Saif al-Islam sudah ditangkap pemerintah sementara Libia, November tahun lalu, di kawasan selatan negara tersebut.





























