Pelaku penembakan di Prancis membawa kamera

french jewish school, shooting

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Presiden Nicholas Sarkozy, tengah, mengheningkan cipta bersama para murid dan orang tua

Lelaki yang membunuh empat orang di sebuah sekolah Yahudi di Toulouse membawa kamera di lehernya dan mungkin merekam aksinya tersebut, kata Menteri Dalam Negeri Prancis.

Claude Gueant mengatakan kamera itu adalah sebuah petunjuk yang membantu polisi menyusun profil pelaku, seiring dengan meningkatnya upaya pencarian dan diberlakukannya status siaga teror tertinggi di kawasan itu.

Polisi mengaitkan serangan itu dengan dua penembakan pekan lalu yang menewaskan tiga tentara keturunan Afrika Timur.

Senjata dan sepeda motor yang sama digunakan dalam semua serangan itu.

Sementara itu sekolah-sekolah di Prancis melakukan hening cipta selama satu menit pada Selasa (20 Maret).

Ini adalah pertama kalinya status "siaga merah" diumumkan dalam sejarah Prancis.

Siaga merah memungkinkan penegak hukum untuk "mengusik" warga dan menerapkan peraturan penggeledahan keamanan, termasuk melakukan patroli gabungan polisi dan militer serta kekuasaan untuk menghentikan transportasi publik dan menutup sekolah.

'Sangat sadis'

Sekitar 250 penyidik mengejar dua fokus utama penyelidikan, yaitu kelompok ekstrimis kanan atau Islam.

Gueant mengatakan "penyelidikan telah berlangsung terkait dengan sejumlah tentara yang dikeluarkan dari angkatan bersenjata dan kemungkinan ingin membalas dendam... atau mereka yang mungkin pernah menyerukan opini neo-Nazi."

Merujuk pada kamera, menteri mengatakan, "Kami telah menerima informasi mengenai petunjuk tersebut. Pelaku mengenakan video kamera yang diikat dengan tali ke dada, dan seorang saksi telah mengatakan melihat pelaku mengenakan alat tersebut."

Ia mengatakan tidak mengetahui jika lelaki itu telah merekam segalanya.

Kamera itu "merekam video dengan sudut lebar yang bisa ditonton di komputer. Saya merasa bahwa hal itu dapat menguatkan profil psikologis pelaku," kata menteri.

Ia mendeskripsikan si pembunuh sebagai "seseorang yang sangat dingin, sangat gigih, dan memiliki kontrol diri yang sangat kuat serta sangat sadis."

Namun hingga saat ini tidak ada tanda-tanda bahwa polisi akan segera melakukan penangkapan.