Pelaku penembakan Prancis kirim rekaman video ke televisi

Sumber gambar, AFP
Televisi al-Jazeera di Paris menerima potongan video yang direkam pelaku penembakan di Prancis Mohamed Merah, seperti disebutkan sumber polisi.
Sebuah tempat penyimpanan data komputer yang memuat cuplikan gambar bersama dengan pembacaan Qur'an dikirim ke TV, kemudian diserahkan ke polisi.
Merah, 23 tahun, tewas ditembak oleh polisi.
Tindakan Merah yang melakukan penembakan di tempat terpisah, yang menewaskan tiga orang anak-anak, mengejutkan Prancis.
Paket yang dikirimkan ke al-Jazeera itu disebutkan tertanggal 21 Maret, yaitu saat polisi mengepung apartemen Merah, menurut harian Le Parisien.
"Penyelidik mencoba mencari tahu apakah surat itu diposkan pada Selasa malam oleh Mohamed Merah sendiri atau oleh kaki tangan pada Rabu pagi," seperti diberitakan Reuters, yang mengutip surat kabar.
Mohamed Merah, seorang warga negara Prancis keturunan Alzajair, tewas oleh tembakan polisi setelah mengepung apartemennya di Toulouse selama 32 jam.
Merah mengakui membunuh tiga orang tentara dalam dua peristiwa terpisah, dan menewaskan tiga orang anak-anak serta seorang guru di sekolah Yahudi.
Dia juga mengeluarkan sesumbar bahwa dia merekam peristiwa penembakan tersebut.
Pemakaman di Aljazair
Sementara itu, ayah Merah kepada kantor berita Agence France-Presse mengatakan anaknya akan dimakamkan di Aljazair, yang merupakan negara kampung halamannya.
Mohamed Benalel Merah juga mengatakan dia akan mengajukan gugatan hukum terhadap otoritas Prancis atas kematian anaknya, dan menyebutkan mereka sebenarnya memiliki pilihan untuk menangkap anaknya dalam keadaan hidup.
Kakak laki-laki Merah, Abdelkader Merah, 29 tahun, ditahan atas dugaan terlibat dalam kasus pembunuhan dan pencurian, serta terorisme.
Abdelkader Merah menolak tuduhan tersebut, tetapi mengakui bahwa dia berada disana ketika adiknya mencuri sekuter yang digunakan dalam serangan. Dia juga membantah merasa bangga terhadap tindakan adiknya.
Mohamed Merah menyebutkan dirinya sebagai anggota al-Qaeda, dan mengatakan kepada polisi bahwa dia membeli senjata senikai 20.000 euro.
Senin lalu, Presiden Nicolas Sarkozy mengatakan dia akan melarang pengkhotbah militan Islam masuk ke Prancis.
"Apakah ada Merah yang lain? Seluruh pasukan keamanan, intelejen dan polisi di negara demokratis harus mewaspadai," kata Sarkozy kepada Info radio Prancis.





























