AS peringatkan Suriah terkait aksi kekerasan

Susan Rice

Sumber gambar, r

Keterangan gambar, Dubes AS untuk PBB Susan Rice meminta Suriah segera hentikan kekerasan.

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Susan Rice memperingatkan Suriah untuk segera menghentikan aksi kekerasan menjelang gencatan senjata seperti diusulkan PBB dan Liga Arab.

"Dari sudut pandang AS, dan saya kira banyak anggota PBB yang berpandangan sama, apa yang kita saksikan di Suriah sejak 1 April lalu sangat tidak menjanjikan," kata Rice.

"Pemerintah AS sangat prihatin dan merasa skeptis bahwa pemerintah Suriah akan memenuhi komitmennya," tambah dia.

Rice menambahkan Dewan Keamanan PBB harus bereaksi cepat jika Suriah gagal memenuhi janjinya untuk menghentikan operasi militer pada 10 April mendatang.

Saat ini negara Barat tengah membahas rancangan pernyataan Dewan Keamanan untuk mendukung inisiatif gencatan senjata, yang belum lama ini diumumkan utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan.

Rancangan pernyataan ini nantinya akan dibahas bersama 15 negara anggota Dewan Keamanan dalam dua hari mendatang.

Sementara itu, pemerintah Suriah kembali mengulangi janjinya untuk menjalankan proposal damai yang diajukan PBB-Liga Arab.

Namun di saat bersaman, militer Suriah terus menggempur kantung-kantung kelompok oposisi.

Terpecah

Susan Rice mengatakan sebenarnya anggota Dewan Keamanan terpecah sikapnya terkait tindakan yang harus dilakukan untuk menekan Damaskus.

Tetapi, wartawan BBC di PBB Barbara Plett melaporkan, jika pemerintah Suriah tetap melanjutkan aksi militernya dan mengabaikan komitmennya, maka kalkulasi sekutu Suriah bisa saja berubah.

Gencatan senjata adalah salah satu bagian dari rencana Kofi Annan yang juga menyerukan sebuah proses politik yang menyerap aspirasi rakyat Suriah.

Beberapa tuntutan rakyat itu antara lain pembebasan tahanan, akses bantuan kemanusiaan, memberikan akses masuk untuk wartawan dan hak melakukan unjuk rasa

Sementara itu, Presiden Majelis Umum PBB Nassir Abdulaziz al-Nasser telah meminta Annan untuk menjelaskan misinya di Suriah kepada majelis umum PBB.

Nasser menambahkan Annan dijadwalkan akan memberikan penjelasannya pada 13 April mendatang.

Kritik Turki

ICRC

Sumber gambar, ICRC

Keterangan gambar, Palang Merah Internasional masih kesulitan akses untuk membantu rakyat Suriah.

Sebelumnya, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Dewan Keamanan secara tidak langsung mendukung opresi terhadap rakyat Suriah karena gagal menggalang satu suara untuk mengatasi krisis ini.

"Dewan Keamanan berdiri dengan tangan dan kaki terikat sementara setiap hari ada rakyat Suriah yang tewas," kata Erdogan.

Sedangkan di Damaskus, Kepala Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Jakob Kellenberger melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat pemerintahan Suriah.

Dalam pertemuan ini Kellenberger berusaha untuk membujuk pemerintah Suriahn memberikan ICRC akses yang lebih bagus untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Kellenberger juga mendesak pemerintah Suriah untuk memberlakukan gencatan senjata selama dua jam setiap hari seperti juga diminta dalam proposal Kofi Annan.