Sekjen PBB minta pemerintah Suriah menahan diri

Sumber gambar, AP
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon meminta pemerintah Suriah untuk menahan diri, ketika tim pemantau PBB memulai tugas di Damaskus, hari Senin (16/4).
"Penghentian aksi-aksi kekerasan harus dipertahankan dan aparat keamanan Suriah harus menahan diri," kata Ban Ki-moon.
"Di sisi lain, kekuatan oposisi juga harus bekerja sama sehingga gencatan senjata bisa diteruskan," katanya.
Menurut Ban Ki-moon pelanggaran gencatan senjata, sekecil apapun bentuknya, bisa membuyarkan kesepakatan tersebut.
Ia menegaskan hanya dalam situasi tenang perundingan politik bisa dilakukan.
"Jika kekerasan pecah, meski secara sporadis seperti yang kita saksikan dalam empat hari terakhir, kerja tim pemantau PBB akan sangat terganggu," tegas Ban Ki-moon.
Rapuh
Enam pemantau pertama PBB berada di ibukota Suriah, membuka markas dan mulai menghubungi kedua pihak yang bertikai di negara tersebut.
"Tugas utama kami adalah memastikan enam rencana perdamaian Kofi Annan dan Dewan Keamanan bisa diterapkan di sini," kata Kolonel Ahmad Hemmish, salah seorang anggota tim pemantau PBB di Suriah.
Tim ini akan menilai situasi di lapangan, sebelum tim pemantau yang lebih besar diputuskan oleh PBB pekan ini.
Gencatan senjata semestinya mulai berlaku pekan lalu, namun para pegiat oposisi mengatakan penembakan artileri berat oleh tentara pemerintah terus berlanjut di Homs.
Wartawan BBC untuk kawasan Timur Tengah, Jim Muir, mengatakan menjaga gencatan senjata ini bukan tugas yang mudah.
Pemerintah mengatakan mereka akan mengambil tindakan terhadap apa yang mereka sebut kelompok teroris bersenjata.
Damaskus mengatakan mereka akan mengambil tindakan tegas untuk mencegah serangan lebih lanjut dari 'kelompok teroris'.
Wartawan BBC mengatakan pernyataan itu bisa diartikan pemerintah bisa kapan saja melancarkan serangan, yang berarti gencatan senjata bisa digagalkan kapan saja.





























