Suriah gagal penuhi kesepakatan gencatan senjata

Sumber gambar, AFP
PBB menyatakan Pemerintah Suriah gagal memenuhi kewajibannya seperti tertuang dalam rencana perdamaian yang diusulkan lembaga itu.
Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengatakan Suriah gagal melakukan penarikan pasukan dan senjata berat dari sejumlah kota.
Dalam suratnya, Ban Ki-moon juga meminta agar tim peninjau PBB ditambah hingga menjadi 300 orang.
Sebelumnya PBB telah lebih dulu mengirim tim awal yang terdiri dari enam orang peninjau yang ikut bersama dengan Utusan Khusus PBB, Kofi Annan.
Sejumlah laporan tentang berlangsungnya kekerasan dan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata masih terus terdengar.
Andalkan pemantau
Ban mengatakan meskipun resolusi DK PBB yang memuat kesepakatan damai diantara kedua pihak bertikai di Suriah masih belum dirampungkan namun kedua pihak sebelumnya telah sepakat untuk mengakhiri kekerasan.
Wartawan BBC di Kantor PBB, Barbara Plett mengatakan Ban menginginkan untuk segera mengirimkan pemantau PBB secara bertahap dalam beberpa pekan ke depan sejalan dengan kondisi yang dinilainya memungkinkan.
Plett mengatakan Ban sangat berharap kehadiran para pemantau di lapangan akan membantu penghentian aksi kekerasan di Suriah.
Sebelumnya utusan khusus PBB, Kofi Annan mengajukan rencana damai yang telah disetujui oleh Suriah dan memuat sejumlah hal seperti penarikan pasukan dari kawasan pemukiman, pelepasan tahanan politik, membiarkan unjuk rasa damai, memberikan akses lebih luas kepada media dan mulai melakukan transisi politik yang demokratis.
Sejauh ini PBB mengatakan lebih dari 9.000 orang tewas dalam aksi demo menentang pemerintahan Assad yang dimulai lebih dari setahun lalu.
Pemerintah Suriah menyebut aksi demo yang berujung pada kekerasan ini didukung oleh ''geng bersenjata'' dan ''teroris''.





























